Earth Hour: Kisah di Balik Layar

Menulis, ah..
 
Beberapa waktu lalu kita telah bersama-sama mendukung dan berpartisipasi dalam Earth Hour 2011. Seperti yang saya tuturkan dalam tulisan saya sebelumnya, saya mencoba mengetuk pintu BUMN per-listrik-an Indonesia melalui e-mail ajakan berpartisipasi dalam Earth Hour 2011. Selain karena saya ingin BUMN ini berdiri di garda terdepan Earth Hour karena jelas-jelas memiliki benefit dengan adanya kampanye ini, saya juga ingin berpartisipasi dalam kontes blog yang diadakan WWF terkait dengan momentum Earth Hour 2011. Sayangnya, saya telat upload tulisan dan (sepertinya) tulisan saya tidak masuk dalam deretan peserta resmi kontes blog Earth Hour 2011. Next time better deh 
 
E-mail yang saya kirimkan sampai sekarang tak satupun yang berbalas. Bahkan dari puluhan e-mail yang terkirim, sekitar 20 e-mail mental kembali ke inbox saya dengan berbagai penjelasan berbahasa Inggris dari gmail yang saya malasa membacanya. Hehe. Soal e-mail tak berbalaspun, saya tidak terlalu heran karena memang di akhir e-mail saya menuliskan tidak perlunya e-mail saya untuk dibalas. Lebih perlu untuk didukung dan ditunjukkan partisipasinya dalam Earth Hour, bukan? 
 
Ada peristiwa lucu yang mampir ke ponsel saya menjelang pelaksanaan Earth Hour 2011. Tepatnya, ada sms hasil forward yang masuk ke ponsel saya dan menyatakan bahwa pada hari itu (26 Maret 2011) akan ada pemadaman listrik pada pukul 8 hingga pukul 9. Antara heran — kok tumben ada sms pemberitahuan pemadaman listrik — dan curiga — jangan-jangan ada yang salah paham tentang Earth Hour sebagai pemberitahuan pemadaman listrik — saya menyimpan sms tersebut.
 
Rupanya kecurigaan saya yang benar. Itu saya ketahui dari cerita ayah saya yang melakukan konfirmasi langsung ke BUMN terkait. Mau tak mau saya tertawa mendengarnya sekaligus miris. Betapa masyarakat kita terkadang masih belum peka dengan isu lingkungan ataupun kampanye yang santer disosialisasikan oleh media massa. 
 
Di sisi lain, ternyata ayah saya dan kolega-koleganya mendapat sms himbauan untuk mendukung Earth Hour 2011 dimana dalam sms tersebut disebutkan frase “atas adanya himbauan dari aktivis WWF”. Syukurlah, meskipun tidak ditampilkan secara resmi di situsnya atau terlihat gregertnya di kantor-kantor BUMN per-listrik-an, paling tidak dengan adanya sms berantai dari rekan-rekan BUMN per-listrik-an tersebut saya sudah puas. Artinya, ada inisiasi dari rekan-rekan BUMN per-listrik-an tersebut untuk berpartisipasi dalam Earth Hour, meskipun sifatnya masih personal.
 
Jadilah, tanggal 26 Maret 2011 pukul 20.30 – 21.30 saya mematikan semua lampu rumah dan menyalakan senter hanya untuk kamar tidur Hanif. Sekadar berjaga-jaga jika Hanif terbangun dan ingin minum ASI. Dan berdasarkan pantauan pandangan mata saya, cuma rumah kami yang gelap gulita saat itu. Hiks.. sedihnya.. 
APR 10, ’11 9:27 AM
UNTUK SEMUANYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s