Fishing Valley: Luas = Puas?

Fishing Valley Bogor. Akhir pekan kemarin kami berkesempatan untuk mengunjungi Fishing Valley. Wisata pemancingan yang mengklaim dirinya sebagai Wisata Rekreasi dan Kolam Mancing Terbesar di Bogor. Dan inilah laporan perjalanannya. 

Sebenarnya sudah lama kami ingin berkunjung ke sana karena (mungkin saya sudah pernah menulis) suami saya cinta benar dengan ikan ber-ikan. Namun baru akhir pekan kemarin kami mengunjunginya. Itu pun karena jalur angkutan umum-nya sama dengan jalur angkutan ke RSIA Hermina Bogor. 

Oiya, mumpung disebut-sebut, alhamdulillah kami — saya dan suami — diberi amanah untuk belajar menapaki tahapan selanjutnya dalam kehidupan kami. Hasil USG di RSIA Hermina Bogor menunjukkan si kecil sudah berusia 9 pekan 5 hari dan terlihat mungil sekali. Mohon do’a teman-teman agar kami diberikan kemudahan menjalani amanah tersebut dan dilimpahi kebarokahan melaluinya. Semoga dengan do’a teman-teman, para malaikat pun turut mendo’akan teman-teman hal yang serupa. Amiin. 

Kembali ke Fishing Valley.  Dari Hermina Bogor memang cukup naik angkutan kota sekali sampai di depan Fishing Valley. Tepatnya angkutan nomor 32 jurusan Cibinong. Empat ribu rupiah dari depan Hermina sampai Fishing Valley. Posisinya di kiri jalan, setelah SPBU Pertamina. 500 meter mendekati lokasi pun ad
a petunjuk besar berwarna merah. Kali ini, saya tidak ada acara tersesat menuju lokasi. Suami saya pun tertawa lebih riang kali ini 

Kami langsung menjelajah kolam-kolam pemancingan yang ada di sana. Ada beberapa tipe kolam yang dibuka untuk umum. Kolam pemancingan keluarga, galatama, dan rekreasi air. Ada juga wisata outbond plus flying fox-nya. Tidak lupa, restoran keluarga atau warung makan juga tersedia, baik dalam bentuk saung-saung di atas kolam atau meja makan di dalam restoran.

Nah, waktunya menganalisis.. 

Fishing Valley adalah lokasi pemancingan ketiga yang kami kunjungi di Bogor dan sekitarnya. Sebelumnya kami pernah mengunjungi Kuntum Nursery di Jalan Raya Tajur dan Rindu Jaya di Jalan Raya Parung. Dalam rentang nilai 0-100, Fishing Valley kami beri nilai 60 karena beberapa sebab.

Pertama, lokasinya yang mudah dijangkau merupakan salah satu kelebihan, skor 20 poin. Kedua, berbagai pilihan wahana juga merupakan kelebihan, skor 20 poin. Ketiga, variasi menu restoran, cara pengolahan, dan penyajian menyumbang 20 poin. Sebagai informasi, menu-menu berbahan dasar ikan laut yang relatif jarang, ada di sini. Tidak semua ada sih, tapi cukuplah memberi sentuhan unik pada menu yang disajikan. Kami kemarin menjumpai menu ikan baronang bakar manis yang berukuran cukup besar. Humm.. sedaaap.. 20 poin ditambahkan.

Keempat, fasilitas pemancingan kurang sip karena alat pancing harus membawa sendiri. Pengelola menyediakan alat pancing untuk diperjualbelikan, sehingga ribet sekali jika pengunjung yang berniat sekadar rekreasi (dengan kendaraan umum pula) di beberapa tujuan rekreasi dengan membawa-bawa alat pancing yang cukup besar ukurannya. Dari segi bisnis, akan lebih menguntungkan jika pengelola menyewakan alat pancing dan memasang tarif sewa yang masuk akal sebagai kompensasi biaya perawatan dan investasi. Penyewaan alat pancing dengan harga yang masuk akal (sekitar 5000 rupiah per alat pancing) juga dapat menjadi sarana promosi tersendiri karena para pengunjung pasti akan menceritakan fasilitas Fishing Valley kepada komunitasnya.

Kelima, sistem bel di dalam saung rupanya tidak berfungsi sehingga agak kesulitan juga kami memanggil pramuniaga restoran untuk mengajukan pesanan. Padahal saungnya banyak lho.. Apakah hanya saung kami yang kebetulan bermasalah atau semua saung bernasib sama, wallahu a’lam.

Pada akhirnya, kami memutuskan untuk makan-makan saja di Fishing Valley karena kami tidak membawa alat pancing sendiri. Untuk membeli di tempat, sepertinya sayang sekali karena pancing yang sungguh sangat biasa saja harus dibeli dengan harga 15.000 rupiah. Belum lagi kami berencana untuk melanjutkan jalan-jalan ke kota Bogor. Males banget jika harus menenteng-nenteng alat pancing yang mencolok. 

Sari postingan ini: Sejauh ini, saya tetap pilih Kuntum Nursery sebagai lokasi pemancingan favorit. Dengan Fishing Valley memang kalah luas, tapi saya puas 

APR 26, ’10 5:14 AM
UNTUK SEMUANYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s