Gerakan 1.000.000 Facebookers

Pernah dengar ‘kan? Gerakan 1.000.000 Facebookers bla.. bla.. bla.. (silakan sesuaikan bla-bla-bla-nya dengan kasus yang sedang in). Malah mungkin teman-teman juga merupakan salah satu Facebookers tersebut. Hehe.. 

Memang, seiring dengan meningkatnya pengguna Facebook, fungsi situs ini nampaknya juga melebar dari sekadar fungsi mencari kawan lama. Buat info saja ni, ya.. Pengguna situs jejaring sosial Facebook telah mencapai 325 juta user dari seluruh dunia. Begitu kata http://teknologi.vivanews.com pada 9 November 2009.

Hebatnya, dalam tulisan tersebut juga disebut bahwa dari 325 juta pengguna tersebut,  pengguna Facebook di Indonesia semakin mendekati angka 12 juta. Tepatnya 11.759.980 user. Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi ke 7 sebagai negara pengguna Facebook terbesar di dunia. Ck.. ck.. ck.. 

Dibandingkan dengan pendahulunya, seperti friendster, my space, dan (mungkin) my pulau (situs teranyar dari dari telkom yang sy belum cek plus minusnya. hehe), facebook nampaknya memiliki keunggulan yang sejauh ini masih digdaya di dunia jejaring sosial. Iseng-iseng saya browsing, apa saja siy keunggulan facebook dibandingkan “rival”nya? 

Dari berbagai tulisan tentang keunggulan facebook, saya pilih mengutip tulisan http://derusstudio.wordpress.com, sebuah web blog yang mengklaim dirinya sebagai sarana Informasi, forum komunikasi, pembelajaran, dan jaringan bisnis yang dikemas dalam konteks dunia maya.

  Situs tersebut menyebutkan bahwa Facebook memiliki keunggulan daripadasocialnetworking lainya. Paling tidak dalam hal network, clean layout, bebas iklan,grouping, photo album, event, status update (), mobile access and browsing, anti fake account and spam. plus develop widget.

  Lantas, apa hubungannya dengan judul tulisan ini? Menurut saya, jelas terlihat keterkaitannya. Dengan kelebihan yang dimiliki oleh Facebook maka para penggunanya sangat mungkin untuk bergabung dalam grup atau pengguna-pengguna lain yang memiliki pandangan yang sama dengan sesuatu. Namun, sejauh mana ketergabungan para pengguna facebook tersebut alias facebookers membuat mereka “sah” menyandang nama “gerakan”? Ini yang menggelitik saya untuk menulis saat ini.

Nah, mari kita tengok konsep “gerakan”. Tentu gerakan di sini adalah konteks ilmu sosial, bukan konteks ilmu fisika. Charles Tilly* menyatakan bahwa gerakan sosial adalah sebuah tindakan yang berkelanjutan secara bertahap, berupa pertunjukan (pameran) maupun kampanye yang dilakukan oleh sekumpulan orang dimana mereka membuat tuntutan secara kolektif terhadap pihak lain. Gerakan sosial telah disepakati merupakan salah satu bentuk upaya perubahan sosial.

Berdasarkan satu definisi tersebut, ada beberapa poin yang dapat dicatat sebagai kata kunci sebuah gerakan sosial, yaitu pertama: berkelanjutan , kedua: bertahap,ketiga: pertunjukan/ kampanye, dan keempat: tuntutan.

Sekarang, kembali ke fenomena “Gerakan 1.000.000 Facebookers…”. Tetap dengan kerangka definisi yang telah kita pegang, mari coba melakukan analisis sederhana. Tips-nya sederhana saja, kaitkan fenomena Facebookers dengan kata kunci pada definisi di atas. Hasilnya adalah sebagai berikut:

Apakah “Gerakan 1.000.000 Facebookers…” ini berkelanjutan?
Bisa jadi, mari bersama menjadi John Pantau.. 
Fyi, semalam, saya baca di detik.com, pendukung “Gerakan 1.000.000 Facebookers Bebaskan Bibit-Chandra sudah mencapai angka 1,3 juta. Sebuah angka fantastis dalam penggalangan massa dalam waktu kurang dari sebulan.. Artinya, sampai saat ini, “gerakan ini” masih berkelanjutan.

Apakah “Gerakan 1.000.000 Facebookers…” ini bertahap?
Anggaplah inisiatif personal/suatu organisasi dianggap sebagai tahap awal pembentukan gerakan, maka munculnya suatu grup “Gerakan 1.000.000 Facebookers…” dapat dianggap sebagai tahap selanjutnya. Nah, pertanyaan selanjutnya adalah, ke mana arah “Gerakan 1.000.000 Facebookers…” setelah terkumpul sekian juta Facebookers? Jika pertanyaan ini dapat dengan gamblang dijelaskan dengan disertai strategi teknisnya, maka bisa jadi “Gerakan 1.000.000 Facebookers…” akan bertahap plus berkelanjutan.

Lantas, apakah “Gerakan 1.000.000 Facebookers…” ini melakukan pertunjukan/ kampanye?
Yup.. liputan media massa merupakan wahana kampanye dan pertunjukan dari “Gerakan 1.000.000 Facebookers…”. Belum lagi kalau para Facebooker itu melakukan kopdar alias kopi darat atau family gathering. Tapiii.. menurut saya,itu kok baru seperti kampanye nggak sengaja ya? Kampanye menggalang massa. Setelah massa terkumpul, apa yang akan mereka lakukan? Masih gelap.. 

Apakah “Gerakan 1.000.000 Facebookers…” memiliki tuntutan?
Sudah tentu ada. Nama “gerakan ini” biasanya mengindikasikan tuntutan yang   mereka usung. Tidak sulit untuk menangkap misi grup ini.

Mudah ‘kan, melakukan analisis sederhana? Tentu saja, analisis dapat diperluas dengan menambah referensi teori tentang tema sejenis. Namun, secara umum, metode analisisnya tak jauh berbeda.

Benang merah yang dapat diambil dari analisis sederhana tersebut ternyata menunjukkan bahwa sifat “gerakan sosial” pada “Gerakan 1.000.000 Facebookers…” masih bersifat relatif. Namun sampai detik ini, saya amati fenomena ini belum merupakan suatu gerakan sosial, sehingga nama “gerakan” belum layak disandang. Yang ada sejauh ini barulah sekumpulan orang dengan persamaan pendapat tentang suatu topik.

Jadi, mungkin sebaiknya nama yang dipakai adalah “Grup 1.000.000 Facebookers…”. Tapi kurang bombastis kali yak? 

Footnote:
* Charles Tilly (27 Mei 1929 – 29 April 2008), sosiolog Amerika, ilmuwan di bidang politik, dan sejarawan yang telah menulis buku-buku di bidang politik dan kemasyarakatan (http://en.wikipedia.org/wiki/Social_movement)

NOV 11, ’09 4:47 AM
UNTUK SEMUANYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s