Improve Our Skill: Sebuah Upaya Menuju Berhasil

Hanya mereka-mereka yang terus menerus memperlengkapi dirinyalah yang berpeluang untuk tetap dipekerjakan di tahun-tahun mendatang.
(Tom Peters, penulis buku manajemen bisnis praktis)

Keterampilan adalah modal bekerja. Semakin banyak keterampilan yang dimiliki seseorang, semakin adaptiflah ia ketika masuk lingkungan kerja. Gelar bukanlah jaminan dari kualitas kerja seseorang, mekipun tetap memiliki andil. Perpaduan ilmu dan keterampilan yang tepat cenderung menghasilkan kualitas kerja yang optimal.

Ah, serius sekali nampaknya.. 

Tidak, saya tidak bermaksud untuk terlalu serius di sini. Sekadar ingin membagi pengamatan atas tempat saya bekerja dan berharap semoga ada manfaat yang dapat dipetik bersama.

Kembali menyoal keterampilan dalam bekerja. Jika saya mengamati iklan-iklan lowongan kerja, banyak perusahaan mensyaratkan keterampilan menggunakan Microsoft Office bagi parajob seeker. Memang masih sulit disangkal bahwa Windows masih merajai sistem operasi komputer perusahaan, termasuk di universitas saya. Artinya, keterampilan menggunakan Microsoft Office sebagai program yang paling sering dipakai dalam urusan perkantoran nyaris mutlak dikuasai. Jika ternyata kita menguasai program-program lain selain Microsoft Office, itu merupakan nilai plus bagi keterampilan kita. Beruntunglah memilikinya! 

Pada kenyataannya, dari program Microsoft Office itu sendiri, tidak semuanya digunakan optimal dalam dunia perkantoran. Paling sering digunakan adalahMicrosoft Excel dan Microsoft Word. Jika ternyata kita menguasai aplikasi-aplikasi selain dua aplikasi tersebut, tentu saja itu merupakan nilai plus bagi keterampilan kita. (Sekali lagi) beruntunglah memilikinya! 

Nah, dalam hal tersebut, saya sangat tertarik mengamati keterampilan membuat fungsi look-up pada Microsoft Excel dan pemanfaatan fungsi mail merge pada aplikasi Microsoft Word. Adakah alasan tertentu?

Yup, tentu saja ada. Bekerja di universitas adalah salah satu jenis pekerjaan yang mengarah pada pelayanan publik, dalam hal ini mahasiswa. Tidak tanggung-tanggung, mahasiswa yang menjadi customer sebuah universitas sangat heterogen karena terdiri dari jenjang diploma, sarjana, dan bahkan pascasarjana. Sebagai gambaran,  sekolah pascasarjana kami memiliki sekitar 3787 orang yang tercatat masih aktif sebagai mahasiswa sampai dengan tulisan ini dibuat (data fresh dari bos saya! ). Padahal jumlah tersebut hanya sekitar sepertiga dari jumlah mahasiswa tingkat sarjana. Bisa dibayangkan banyaknya kepala yang berjubel di universitas ini, bukan?

Lantas?

Tentu saja, banyak kepala = banyak data. Nah, para pekerja universitas (termasuk saya) secara tidak langsung dituntut memiliki keterampilan manajemen data yang efektif agar profesionalitas pelayanan dapat tercipta. Tidak mungkin bukan, setiap ada permohonan surat, setiap kali pula kita membuat konsep baru? Atau, mengkopi file surat yang sudah ada dimana dari segi jangka panjang akan menyulitkan evaluasi data.

Salah satu yang saya buktikan sangat membantu dalam hal tersebut adalah dengan menguasai keterampilan membuat fungsi look-up pada Microsoft Excel. Fungsilook-up memungkinkan sheet-sheet pada Microsoft Excel dapat saling terhubung, sehingga sangat menyingkat waktu entry data.

Data yang telah tersimpan dalam Microsoft Excel pun dapat langsung dihubungkan dengan template surat yang ada pada Microsoft Word. Di sinilah fungsi mail mergedalam aplikasi Microsoft Word. Dengan demikian, membuat surat yang sama dengan data mahasiswa yang beraneka dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Praktis bukan?

Memang, jika keterampilan mengoptimalkan fitur-fitur Microsoft Excel danMicrosoft Word menjadi salah satu keterampilan yang dikuasai oleh para pekerja universitas, maka para pekerja turut berkontribusi besar dalam menciptakan universitas perguruan tinggi idaman semua pihak. Pelayanan cepat, pekerjaan tak berasa berat, dan institusi dapat berkembang pesat menjadi perguruan tinggi favorit di Indonesia. Harapannya sih begitu.. 

Ah, cinta benar saya dengan almamater saya, salah satu perguruan tinggi terbaik di negeri ini.. 

Sari tulisan ini: Pegawai universitas yang terampil dan profesional merupakan salah satu kontributor terciptanya perguruan tinggi idaman. Akses partisipasi dalam pelatihan peningkatan keterampilan kerja sebaiknya diberikan secara merata kepada semua pegawai, tanpa membedakan status PNS atau tidak. Visinya adalah “Pelayanan Prima Kepada Mahasiswa”. Tulisan ini didedikasikan untuk Lomba Blog UII (Universitas Islam Indonesia).

MAR 5, ’10 2:51 AM
UNTUK SEMUANYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s