Kerajaan

Bismillah..

Ijinkanlah aku mengenang pagi yang cerah itu dalam catatan ini, sebagai pengingat hati untuk terus bersyukur dan bersyukur. Atas anugerah yang Allah titipkan kepadaku, dalam bentuk dirimu..

Qoolallahu ta’ala,
Tabaarokalladziy biyadihil mulku wa huwa ‘alaa kulli syay’in qodiyr,
<Maha Suci Allah Yang di tanganNya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, QS al Mulk:1>

Alladziy kholaqol mauta wal hayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amalaa. Wa huwal ‘aziyzul ghofuur.
<Yg menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yg lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lg Maha Pengampun. (2)>

Demikianlah engkau membacakan ayat demi ayat qur’an surah al Mulk, yang menjadi mahar pernikahan kita. Dari balik hijab, aku perlahan mendengar beberapa budhe dan bulik mengikuti bacaanmu. Indah sekali.

Amman haadzalladziy huwa jundullakum yanshurukum min duunirrahmaan?
<Atau siapakah dia yg menjadi tentara bagimu yg akan menolongmu selain drpd Allah? (20)>

Terbayang keteguhan hatimu berikhtiar menghilangkan syubhat2 dlm akad ini. Keteguhan hati yg membuat pernikahan kita sempat dicap ‘aneh’. Ketidakhadiranku di sisimu sampai dengan pengesahan ijab qobulmu dg ayahandaku, penghilangan pembacaan sighat ta’lik, maupun keenggananmu menggunakan rangkaian melati pada pakaian qt. Keteguhan hati yg insya Allah sama2 kita miliki, meski kita sama2 sadar, konsekuensinya adalah: tidak diijinkan menikah.

Alhamdulillah..Janji Allah adl benar. Allah senantiasa menolong dari jalan yg tak disangka2. Alhamdulillah, hari itu datang dengan indahnya. Hari di mana dari balik hijab aku mengiringi tilawahmu tanpa suara. Ayat demi ayat yg menggetarkan kami. Menggetarkan arsy, insya Allah.

Qul! Aro aytum in ashbahamaa ukum ghouron famayya’tiykum bimaa in ma’iyn?
<Katakanlah: Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kerinG, maka siapakah yg mendatangkan air yg mengalir bagimu? (30)>

Sujud syukur kusungkurkan seusai engkau membacakan ayat terakhir. Sungguh, Allah-lah yg melimpahkan rizqi, mengatur segalanya tanpa mengantuk dan tidur. Maha Suci Engkau, yang telah mengijinkan kami menggenapkan separuh agama kami pada hari itu.

Limpahkanlah kebarokahan pd kebersamaan kami, fiddunyaa wal akhirah. Ijinkan kami terus belajar mensyukuri kerajaan yg Engkau berikan. Kerajaan qana’ah, sabar, ikhlas, dan tawadhu.

Amiin.

Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya. Kami bersaksi tiada Illah selain Engkau, kami memohon ampun kepadaMu, dan kami bertaubat kepadaMu.

Sumber: Facebook Niken Tf Alimah

FEB 2, ’10 6:24 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s