Ketika Panen Nangka

Bapak dan Ibuku baik sekali. Dalam kunjungannya ke Jakarta pekan kemarin, ada saja yang dibawa untuk oleh-oleh. Dari titipan-titipan kami atau sudara-saudara di rumah, sampai hasil panen kebun di rumah. Kali ini, hasil penen yang dibawa adalah… nangka! 

Nangka di rumah kami memang berukuran ekstra jumbo. Sebuah nangka tidak habis dibagikan kepada tetangga satu gang di komplek. Padahal satu gang terdiri dari sekitar dua puluh rumah dan setiap rumah mendapatkan sepiring nangka. Tak heran jika kemudian bapak dan Ibu membawa sisanya (kurang lebih sebaskombesar) ke Jakarta untuk oleh-oleh. Tentu saja, dengan dibungkus rapat-rapat agar baunya tidak ke mana-mana.

***
Sepekan setelah Bapak Ibu kembali ke Salatiga, rupanya nangka oleh-oleh masih belum habis juga. Malah sekarang sudah mulai lembek dan berair. Padahal rasanya masih rasa nangka lho! 

Jadilah, pekan kemarin kami membuat penganan dengan memanfaatkan nangka. Bisa dibilang, setelah penganan tersebut jadi, nangkanya jadi seperti selai. Yup, selai nangka 


Mau tahu resep penganan yang kami buat? Resep ini saya dapat dari sini, namun pada prakteknya kami modifikasi sedikit agar hasilnya lebih menarik. Hehe. Inilah dia…

Nagasari Nangka

Bahan:

  • 250 gram tepung beras
  • 2 sdm tepung sagu
  • 175 gram gula pasir
  • 1 sdt garam
  • 2 lembar daun pandan, sobek-sobek lalu buat simpul
  • 850 ml santan
  • 250 gram nangka matang, potong kecil-kecil

Cara Membuat:

  1. Cairkan tepung beras, tepung sagu, dan gula dengan sebagian santan, sisihkan.
  2. Didihkan sisa santan bersama daun pandan dan garam, masukkan cairan tepung beras, aduk hingga gula larut dan kental. Angkat dan sisihkan.
  3. Letakkan potongan daun pandan yang dipotong lancip pada cetakan berbentuk bintang atau cetakan dengan model yang teman-teman sukai.
    Boleh juga teman-teman menggunakan daun pisang sehingga nagasari tampil dalam gaya tradisional 
  4. Masukkan adonan tepung beras ke dalam cetakan, taburi dengan potongan nangka lalu tutup dengan adonan tepung.
  5. Kukus hingga matang selama 30 menit. Angkat.
  6. Keluarkan dari cetakan, sajikan dengan menancapkan potongan daun pandan yang telah dipotong lancip sebagai garnish/ hiasan.

Tips:

  1. Jangan mengukus terlalu lama. Kukusan jangan terlalu panas atau api pada saat mengukus jangan terlalu besar
  2. Karena kami tidak memiliki kukusan, kami menggunakan magic jar untuk mengukus nagasari. Hasilnya tetap oke kok 
  3. Sebaiknya menggunakan cetakan berukuran kecil, seperti cetakan kue mangkuk agar nagasari dapat dinikmati tanpa merasa cepat eneg atau kenyang.

Hmm.. yummmy.. nagasari yang wangi, gurih, dan manis pun siap untuk disantap. Dan jangan salah, isian nangka pada nagasari yang telah matang rasanya seperti pisang! Enaaak.. 

FEB 15, ’10 10:28 PM
UNTUK SEMUANYA

2 thoughts on “Ketika Panen Nangka

    • caranya, wadah yang biasa kita gunakan untuk menanak nasi diisi dengan air sekitar separuhnya. Lalu kita pasang kukusan yang biasanya sudah sepaket dengan magic jar yang kita beli.

      Letakkan masakan yang akan dikukus di situ dan tutup magic jar, tekan tombol “cook”. Tunggu hingga masakan matang.

      Terbayangkah? ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s