Kue Kukus Gula Merah yang Murah Meriah

Acara pascawalimah adek saya menyisakan semangkuk besar gula merah cair alias kinca yang telah ditinggalkan pasangannya, bubur sumsum. Kesibukan berberes dan perintah untuk banyak istirahat pun membuat si kincaterabai di sudut dapur selama beberapa hari. Hingga akhirnya kemarin mata saya gatal pada pemandangan kincayang begitu-begitu saja. Eh, tambah parah ding, soalnya beberapa semut besar sudah nyemplung dan terapung dangan indah di dalamnya ^^
 
Lagi-lagi googling menjadi langkah pertama saya untuk mencari inspirasi. Dengan pertimbangan kemudahan bahan, kesingkatan waktu pembuatan, dan kesederhanaan proses pembuatan pilihan saya jatuh ke Kue Kukus Gula Merah. Benerangampang banget lho! Sayangnya, saya lupa mencatat sumber resep yang akhirnya saya pakai.. Jadi, mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk inspirator saya yang anonim yaa…
 
Inilah resepnya…
 
Bahan:
1 kg tepung terigu
1 kg gula merah, sisir
250 gr mentega
3 butir telur
1 sdt soda kue
1 sdt baking powder
 
Cara membuat:
  1. Lelehkan gula merah dengan menambahkan air secukupnya, dinginkan.
  2. Lelehkan mentega, dinginkan.
  3. Campur tepung terigu, soda kue, baking powder, gula merah cair, dan mentega cair sampai rata.
  4. Masukkan telur, kocok sampai mengembang.
  5. Siapkan cetakan bolu kukus yang telah dialasi kertas kue, isi dengan adonan sebanyak 3/4 bagian.
  6. Kukus selama 30 menit, sajikan.
Gampang kan? ^^
 
Nah, seperti biasa, ada beberapa catatan di balik dapur pembuatan Kue Kukus Gula Merah ini. Apa sajakah?
  1. Misi memasak kali ini adalah “melenyapkan” si kincadari dapur. Jadiii, otomatis saya menggunakan kinca yang sudah ada, tidak lagi menyisir gula merah dan mencairkannya.
  2. Soda kue dan baking powder dapat diganti dengan air soda secukupnya.
  3. Indikator adonan dengan kekentalan cukup adalah ketika diangkat dengan sendok, adonan akan menetes membentuk segitiga yang kontinyu dan kecepatan jatuh yang sedang.
  4. Selama membuat adonan, siapkan pula alat pengukus dengan api besar, sehingga sudah cukup uap dan panasknya ketika akan digunakan.
  5. Alasi tutup pengukus dengan serbet agar uap air tidak menetes pada adonan kue yang dikukus.
  6. Kukus kue dengan api besar. Api besar ditunjukkan dengan sampainya lidah api ke dasar bawah alat pengukus.
Bagaimana hasilnya? Ini diaa…
Oiya, dalam resep aslinya, kue ini diberi nama Bolu Kukus Gula Merah. Namun, buat saya, nama yang cocok untuk kue ini adalah Kue Kukus Gula Merah. Kenapa begitu? Soalnya, tekstur kue ini cenderung padat, tidak selembut bolu kukus pada umumnya. Mengudap satu cup kue ini rasanya begitu mengenyangkan. Saya berpikir, mungkin itu efek penggunaan gula merah ya? *garuk-garuk kepala: ada yang tahu?*
 
Pastinya, kue ini cocok untuk bekal dan suguhan keluarga yang mengenyangkan. Belum lagi soal kepraktisan, gizi, dan keterjangkauan harganya. Murah meriah, bukan? Hehehe ^_^
NOV 15, ’10 6:35 PM
UNTUK SEMUANYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s