Perguruan Tinggi Idaman: Jangan Ketinggalan Jaman

Beberapa waktu lalu saya sempat menuliskan tentang pentingnya keterampilan dan teknologi dalam meciptakan performa perguruan tinggi idaman (singgahi: Improve Our Skill… dan Unjuk Gigi...). Saya mencoba mengambil sudut pekerja universitas dalam tulisan-tulisan tersebut. Setelah itu, iseng-iseng saya melakukan wawancara kecil tentang definisi perguruan tinggi idaman versi mahasiswa dan alumni perguruan tinggi saya. Korban wawancara tidak sulit didapat karena sejauh ini saya bekerja di lingkungan akademik yang bertebaran mahasiswa.

Apa sih perguruan tinggi idaman menurut kamu?

Pertanyaan dasar itulah yang saya lemparkan ke para korban saya.  Rupanya, tingginya skor akreditasi perguruan tinggi menjadi jawaban mayoritas. Namun, jika ditelisik lebih jauh, akreditasi itu menyempit menjadi standar kompetensi lulusan. Itupun mengarah pada daya serap alumni di dunia kerja yang sangat kompetitif. Lhoh.. lhoh.. padahal akreditasi itu sendiri definisinya sangat luas lho.. Silakan tengok di sini untuk definisi lengkapnya.

Ada apa dengan mahasiswa kita? Apakah pola pikir menjadi pekerja itu sudah demikian mengakar dalam pemahaman para pelajar kita? 

Selain akreditasi, tak sedikit yang menjadikan relatif murahnya biaya pendidikan (dan kelimpahan beasiswa dari dalam maupun luar perguruan tinggi) menjadi ciri perguruan tinggi idaman. Memang, siapalah yang tak mau bersekolah di perguruan tinggi yang murah dan berkualitas? Saya juga mau.. Namun, sepertinya, hal itu masih menjadi PR bagi perguruan tinggi mengingat “murah” itu relatif. Nampaknya, memaksimalkan penyelenggaraan dan pelayanan dapat menjadi kompensasi sepadan bagi biaya yang telah dikeluarkan mahasiswa. 

Alternatif menciptakan perguruan tinggi idaman yang lainnya adalah dengan mengoptimalkan pengembangan kerja sama dengan instutsi mitra sebagai upaya memperbanyak peluang beasiswa bagi mahasiswa. Alumni yang menempati posisi strategis dalam institusi masing-masing merupakan aset menuju kerjasama profesional peningkatan kualitas dunia pendidikan tinggi. Bukan tidak mungkin bahwa perguruan tinggi di Indonesia manapun dengan beasiswa yang melimpah dapat menjadi perguruan tinggi favorit Indonesia.

Menjadi perguruan tinggi terbaik tentu merupakan salah satu cita-cita bagi setiap perguruan tinggi. Situs peranking perguruan tinggi di seluruh dunia, webometrics, merupakan salah satu situs bergengsi yang rajin ditilik oleh pemerhati perguruan tinggi berkualitas. Website perguruan tinggi terbaik di Indonesia menjelaskan bahwa pemeringkatan Webometrics ini didasarkan atas keunggulan dalam publikasi elektronik (e-publication) yang terdapat dalam domain web masing-masing perguruan tinggi.

Pengukurannya menggunakan empat indikator, yakni size, visibility, rich files, danscholar.size (S), yakni jumlah halaman publikasi elektronik yang terdapat dalam domain web perguruan tinggi. Kedua, visibility (V) ialah jumlah halaman lain yang mencantumkan URL domain perguruan tinggi yang dinilai. Ketiga, rich files (RF), yaitu relevansi sumber elektronik dengan kegiatan akademik dan publikasi perguruan tinggi tersebut. Terakhir, scholar (Sc), yakni jumlah publikasi dan sitasi bermutu pada domain perguruan tinggi. Selanjutnya, data yang telah terkumpul diolah dan digunakan untuk memeringkat lebih kurang 4.000 perguruan tinggi dari seluruh dunia.

Nah, apa sih definisi perguruan tinggi idaman menurut teman-teman? Giliran teman-teman yang dimohon berkenan menjadi “korban”…

  Sari tulisan ini: Jadi, bahkan webometrics pun mengindikasikan pentingnya keterampilan dan teknologi dalam meciptakan performa perguruan tinggi idaman. Web merupakan bentuk teknologi dan aspek yang dinilai dan untuk menghasilkan web yang berkualitas, tentu perlu keterampilan yang penuh integritas. Jadi, webometrics-pun sepakat dengan pendapat saya *hahaha.. narsis *: perguruan tinggi idaman jangan ketinggalan jaman. Tulisan ini didedikasikan untuk Lomba Blog UII (Universitas Islam Indonesia).

APR 30, ’10 3:19 AM
UNTUK SEMUANYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s