Rumah Kami Rumah Singgah

Rumah kami adalah rumah singgah. Tanpa kami rencanakan, tanpa kami persiapkan secara khusus. Akhirnya saja kami sadar bahwa rumah kami adalah rumah singgah.

Pesinggah rumah kami beraneka. Ada yang datang sendiri saja. Ada pula yang datang membawa anak-anaknya. Ada yang datang dengan perut bunting besar. Ada yang datang dengan tubuh lemah dan kelaparan.

Pernah, rumah kami disinggahi sebuah keluarga tanpa ayah. Hanya ada emak dan anak-anaknya. Setelah beberapa lama kerasan di tempat kami, si emak lenyap begitu saja. Meninggalkan anak-anaknya tanpa sempat ia ajari cara-cara bertahan hidup yang layak. Meninggalkan anak-anaknya di rumah kami. Tanpa pernah menengoknya sama sekali. Hffff….

Pernah pula, ketika pesinggah di rumah kami sedang ada beberapa, ada pesinggah yang arogan menakut-nakuti pesinggah lain. Mencoba mencari ruang yang lebih lebar untuk dirinya. Bahkan sampai bergelut dengan pesinggah lain. Egois sekali. Sedapat mungkin kami mengusirnya. Ia pun pergi, meski terkadang ia kembali singgah ke rumah.

Sekarang, pesinggah di rumah kami tidak banyak. Hanya itu-itu yang singgah. Namun tak mengapa, yang itu-itu sepertinya lebih kalem dan penurut. Tidak nakal atau membuat kotoran di rumah kami. Juga tidak rewel minta disediakan makan dan segala rupa. Bahkan sesekali, kelucuan polosnya menghibur kami sekeluarga. Menyegarkan hari-hari kami.

Inilah salah satu potret pesinggah kami yang sopan dan menyenangkan…


Rumah kami, rumah singgah, bukan? 

JAN 24, ’10 11:35 PM
UNTUK SEMUANYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s