Tak Lekang Digerus Jaman

Mengunjungi toko buku sungguh serasa mengunjungi surga dunia. Betapa buku-buku berbagai genre bertebaran sejauh mata memandang. Saya bebas hinggap di satu rak dan ke rak lainnya. Terlebih, Gr****** Cinere sekarang menyediakan kursi pengunjung meskipun belum banyak. Cukuplah untuk sekadar melepas pegal kaki saat menjelajah jejeran rak buku.

Seringkali, saya iseng mencari judul-judul buku lama di toko buku itu. Buku-buku yang mengingatkan saya pada masa sekolah dasar atau sekolah menengah. Menilai, sejauh mana buku-buku lama tersebut eksis dalam daftar bacaan anak sekarang. Dan, syukurlah, masih banyak buku-buku lama itu tersedia di toko buku. Apa sajakah itu?

Buku-buku Enyd Blyton

Buku-buku Enyd Blyton (1897-1988) dapat dipastikan masuk ke dalam daftar buku favorit saya. Saya selalu menyukai seri Malory Towers, St Clare, Si Badung Elizabeth Allen, Pasukan Mau Tahu, Petualangan Jack dan saudara-saudaranya, dan tentu saja Lima Sekawan.

Ketika menjelajah Gr****** Cinere, saya berhasil menemukan Seri Lima Sekawan dan Seri Malory Towers dengan tampilan baru. Bukunya lebih tipis dan lebih ringan dibawa-bawa dibandingkan koleksi yang saya miliki. Mungkin jenis kertasnya sudah berbeda ya? 

Seri-seri yang lain masih dicetak ulang nggak ya? Ada yang punya info?

Oiya, sedikit info tentang Enyd Blyton dari wikipedia, ternyata penulis Inggris ini ditetapkan sebagai pengarah yang paling dicintai dalam Penghargaan Buku Costa 2008, melampaui Roald Dahl, J.K. Rowling, dan bahkan William Shakespeare.

Terus, dulu, saya pikir Enyd Blyton itu laki-laki lho.. ternyata perempuan..

Buku Bergambar Seri Tokoh Dunia

Seri ini telah bertambah sejak terakhir saya mengkoleksinya. Sekarang, seri ini sudah memunculkan tokoh Louis Pasteur, Lord Boden Powell, dan lain-lainnya. Ada yang tahukah, sekarang sudah sampai di tokoh siapa dan nomor berapa? Ketika kemarin di toko buku, saya lupa memperhatikan.

Dulu, saya mengkoleksi buku ini dengan berpatungan dengan sahabat karib saya, Agni. Kami bergantian membeli setiap seri yang terbit. Agni beli nomor 1 yang menampilkan tokoh Sidharta Gautama, saya beli nomor 2 yang menampilkan tokoh Julius Caesar. Bergantian terus sampai seri terakhir (waktu itu) nomor 25, yang menampilkan tokoh Walt Disney.

Novel “Dari Jendela SMP”

Novel karya Mira W ini mengingatkan saya pada buku diktat Bahasa Indonesia saya di kelas 1 SMP. Petikan novel ini dimasukkan dalam bahan bacaan dalam buku tersebut. Kalau tidak salah, diktat tersebut diterbitkan oleh Ti** Se*******.

Novel ini menceritakan JAB, Joko Anak Babu, yang bertempur dengan realitasnya sebagai anak pembantu sekaligus dengan cita-citanya menaklukkan seorang kembang sekolah. Diceritakan pula perjuangan sehari-hari si Joko ini dalam membuktikan bahwa dia “bisa”. Termasuk kenekatannya menuruti darah mudanya, sehingga melemparkan ia ke dunia nyata, hanya berbekal ilmu yang tak seberapa dari jendela SMP.

Novel yang mengesankan. Paling tidak seingat saya, banyak teman sekelas yang kemudian mengantri novel ini di perpustakaan sekolah karena penasaran dengan lanjutan ceritanya. 

Beberapa waktu lalu, saya mendapati novel ini di toko buku kondang tersebut, dengan desain cover yang baru. Elegan dan terkesan “dewasa”. Isinya? Tidak berubah, ternyata.

***

Itulah beberapa buku yang membuat saya bernostalgia dengan kenangan masa sekolah saya. Memang, masih banyak buku dari masa lalu yang saya jumpai di toko buku tersebut. Contohnya, buku-buku sastra klasik dunia maupun buku-buku sastra pujangga lama dan baru Indonesia. Namun tulisan ini akan menjadi terlalu panjang jika saya tuliskan semua. Jangan-jangan teman-teman malah pada bosan membacanya. Hehe.. saya sadar kok, kalau tidak semua orang berselera jadul seperti saya 

Satu hal yang pasti, saya merasa bersyukur masih dapat menemukan buku-buku lama tersebut di antara deretan buku-buku baru yang berjibun. Buku-buku yang ternyata tak lekang digerus jaman. Disadari atau tidak, para penulis di masa lampau tersebut telah turut membangun kebudayaan kita saat ini. Sudah selayaknya kita memberikan apresiasi kepada peninggalannya, dalam hal ini, buku-bukunya.

Ayo.. ayo kita membaca! 

DEC 31, ’09 1:07 AM
UNTUK SEMUANYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s