Unjuk Gigi dengan Teknologi

“Waaah.. internetnya lambat bangeet!” keluh beberapa teman kantor beberapa waktu lalu. Usut punya usut, rupanya penggunaan internet kampus dan sekitarnya sedang dimonopoli oleh para mahasiswa S1 yang sedang beramai-ramai mengisi Formulir Rencana Studi (FRS) Online. Entah bagaimana pengaturannya, yang jelas selain mahasiswa S1 dilarang protes dengan ke-lemot-an koneksi internet di kampus. 

Inovasi dalam hal pelayanan FRS Online memang membuat wajah almamater saya sedikit berbeda. Antrian mahasiswa yang menyetor bukti pembayaran SPP dan menukarnya dengan FRS sudah tinggal kenangan. Yang ada sekarang adalah serbuan ke warnet atau kerumunan di pusat-pusat hotspot kampus. Mungkin, ingin mengikut jejak saudara tuanya — Universitas Indonesia — yang sudah lebih dulu berinovasi dalam hal FRS. Sebuah upaya menuju perguruan tinggi terbaik. 

Sistem informasi mahasiswa yang mudah diakses oleh mahasiswa memang turut membantu kontrol universitas terhadap prestasi dan perkembangan akademik mahasiswa. Sistem informasi tersebut antara lain mencakup biodata, data pembayaran SPP, data prestasi, maupun korespondensi dengan dosen pembimbing. Sifatnya yang online memungkinkan mahasiswa ataupun dosen melakukan updatedata setiap saat. Hal ini jauh lebih menghemat kertas (untuk membuat pengumuman “nilai terbaru”, pengumuman ini itu, de-el-el) maupun energi (karena bisa diakses di manapun, asalkan ada koneksi internet).

Sungguh kita harus banyak bersyukur karena diijinkan hidup di jaman internet. Di mana dunia nyaris menciut selebar layar monitor dan kendali seolah bermutasi dalam deretan huruf keyboard. Dan sudah selayaknya fungsi internet pun dioptimalkan dalam konteks positif. Salah satunya ya untuk memberikan yang terbaik bagi customer, termasuk mahasiswa.

Website resmi universitas — syukur-syukur sampai tingkat website resmi jurusan/ mayor/ program studi — pun sangat membantu sosialisasi informasi yang dapat diakses dari manapun dan kapanpun. Hal ini penting karena universitas saya sepertinya masih bertengger di jajaran perguruan tinggi favorit Indonesia, terutama karena porsi mahasiswa yang masuk tanpa tes-nya lebih besar daripada jalur tes. Artinya, kemungkinan besar peminatnya adalah para calon mahasiswa di seluruh Indonesia, yang tidak dapat setiap saat mengunjungi kampus kami di Bogor. Fluktuasi loket pelayanan pun dapat diturunkan sampai sekitar tiga puluh persen jika formulir-formulir dapat diperoleh secara online, syukur-syukur (lagi) dapat diisi dengan online pula.

Namun, tentu saja, pemeliharaan website memegang peranan tak kalah penting dalam keterunggulan sebuah teknologi. Baik segi pemeliharaan program maupun pemeliharaan isi. Sayang sekali jika website memiliki tampilan bagus, tapi isinya sudah basi semua. 

Omong-omong soal basi, rasanya menulis identitas setiap kali melakukan kunjungan ke perpustakaan menjadi agak-agak basi jika mengingat jumlah mahasiswa yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Berapa banyak buku atau kertas yang habis dalam sebulan — dan setelah itu hanya ditumpuk di gudang sebagai teman tikus — untuk memfasilitasi peraturan menulis identitas pagi setiap pengunjung? Belum lagi validitas informasi pengunjung juga tidak terjamin. Jadi, harus bagaimana?

Hmm.. mungkin teknologi barcode dapat ditawarkan sebagai solusi. Jika setiap mahasiswa memiliki kartu mahasiswa, maka barcode (nomor pokok mahasiswa, mungkin) dapat disisipkan dalam kartu tersebut. Membuat barcode-pun tidak sulit. Sudah ada software yang khusus untuk membuat barcode. Pengoperasiannya pun tidak sulit, dapat dipelajari.

Sari tulisan ini: Pemanfaatan teknologi yang bijak dan tepat guna turut berkontribusi dalam membangun perguruan tinggi idaman bagi semua pihak. Sosialisasi penggunaan teknologi yang intensif dan berkelanjutan turut membangun kampus idaman dengan tingkat ke-gaptek-an minimum. Tulisan ini didedikasikan untuk Lomba Blog UII (Universitas Islam Indonesia).

MAR 9, ’10 9:16 PM
UNTUK SEMUANYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s