PAY IT FORWARD

Kategori: Buku
Jenis Lainnya
Penulis: Catherine Ryan Hyde
Buku ini jauh lebih bagus dari film-nya, meski saya terlebih dahulu melihat film-nya dibanding membaca bukunya. Buat saya, film-nya buagus, tapi bukunya jauh luebih buagus. Agak lebay ya? Hehe.. tapi serius kok, buku ini memang bagus.

Berkisah tentang Trevor MacKinney, seorang anak dua belas tahun yang sangat berdedikasi menyelesaikan tugas pelajaran ilmu sosial yang diberikan oleh gurunya. Bahkan jauh setelah masa penutupan tugas dan pemberian nilai dan gurunya — Rueben St. Clair, seorang veteran perang Vietnam dengan wajah separuh cacat dan kehilangan mata kirinya — menasihati, bahwa yang terpenting adalah prosesnya, bukan hasil akhir yang ia perolah. Jikalau hasilnya memuaskan itu suatu nilai plus, namun jika tidak, prosesnya telah menunjukkan kualitas dirinya.

Tema “sesuatu untuk mengubah dunia” yang diberikan Rueben mengingatkan Trevor pada permainan sederhananya dengan ayah yang hampir setahun meninggalkan Trevor dan ibunya, Arlene, dalam kondisi nyaris miskin. Sang ayah, Ricky, bertanya pada Trevor,”Jika engkau diterima kerja selama 30 hari, mana yang engkau pilih: dibayar setiap hari US$ 100 atau US$ 1 pada hari pertama namun berlipat dua setiap hari.”

Ketika Trevor menjawab US$ 100 sehari, Ricky mengatakan Trevor akan rugi. Mereka kemudian menghitung pilihan kedua, dan ternyata pada hari ke-30 ia akan mendapatkan lebih dari 500 juta dollar. Dari situlah ide Trevor tercetus.

Sederhana saja, Trevor akan memilih tiga orang untuk dibantu. Ketika orang yang dibantu bertanya bagaimana cara membalasnya, Trevor mengatakan bahwa setiap orang dari mereka harus mencari tiga orang lagi untuk dibantu. Demikian seterusnya. Seperti MLM, namun tidak kembali ke orang sebelumnya.

Trevor sempat kecewa ketika ketiga orang yang ia bantu tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Namun, ibarat benih, ketiga kebaikan yang telah Trevor semai terus tumbuh tanpa sepengetahuannya. Membesar dan terus membesar. Melewati batas imajinasi yang dapat Trevor bayangkan.

Hingga akhirnya Trevor terbunuh.

***

Cerita yang menginspiratif. Bukunya pun tidak terlalu tebal, dapat dibaca sekali duduk. Terlepas dari budaya Barat yang permisif terhadap hubungan lawan jenis sebelum menikah, buku ini memang bagus.

Saya sempat mengira ini adalah sebuah kisah nyata, namun rupanya benar-benar fiksi.

MAR 29, ’10 10:16 PM
UNTUK SEMUANYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s