SANDIWARA LANGIT

Kategori: Buku
Jenis Biografi & Riwayat Hidup
Penulis: Abu Umar Basyier
Diijinkan menikah namun dengan syarat harus menceraikan istri jika 10 tahun ke depan ia dipandang tidak memiliki kehidupan yang layak? Ya, dilema itulah yang menggelisahkan Rizqaan hingga ia merasa butuh berkonsultasi dengan ustadznya pada suatu hari.

Rizqaan adalah pemuda yang shalih, insya Allah, dan ia ingin menggenapkan separuh agamanya pada usia muda. Namun, kenyataan tak selalu semudah keinginan, meskipun keinginan itu sungguh mulia. Calon mertuanya mengajukan syarat yang bagi Rizqaan bagaikan sebuah perjudian.

Diskusi panjang dengan ustadznya membuat Rizqaan mantap mengambil keputusan. Dan “Sandiwara Langit” yang benar-benar diangkat dari kisah nyata ini pun bergulir. Sungguh, bohong jika kita membacanya tanpa merasa terharu. Bohong jika kita membacanya tanpa ingin mendo’akan kebaikan bagi para tokoh dalam novel ini.

Novel yang bertabur hikmah dan ilmu yang bersumber dari para salafussalih ini sungguh menakjubkan. Maha Suci Allah yang telah mengatur jalan kehidupan bagi masing-masing hamba, yang menguatkan iman ketika cobaan menghadang, yang memberikan pahala berlipat bagi sekecil apapun kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dan ittiba’ pada Rasulullah.

Penulis telah berhasil menyampaikan ilmu yang berlimpah pada pembaca dengan bahasa yang sangat menyentuh dan mudah dipahami. Ketika saya mulai membacanya, saya tidak ingin berhenti dan terus membaca halaman demi halaman. Mirip ketika saya membaca novel “Negeri 5 Menara”, namun “Sandiwara Langit” tidaklah setebal itu.

Meskipun saya agak terlambat membaca buku ini, karena ia telah lama terbit pada awal tahun 2009 lalu, saya sungguh bersyukur diberi kesempatan membaca “Sandiwara Langit”. Itupun karena adik saya mendapat pinjaman dari kawannya yang baik hati. Terima kasih, ya ^_^

Memang, cinta yang tumbuh karena kecintaan pada Allah dan Rasulullah sungguh selalu membuat saya iri. Terlebih, kisah cinta pada novel ini bukanlah kisah cinta yang umum, yang hanya sanggup dijalani oleh orang-orang yang Allah limpahi hidayah kekuatan iman dan keikhlasan hati karena mengharap ridhaNya semata.

Dan… saya sungguh iri ketika pada bagian akhir novel ini, Halimah mendengar keridhaan suaminya — Rizqaan. Sungguh saya iri, karena Halimah telah Allah jamin masuk surga.. Semoga Allah selalu melimpahkan kebarokahan atas Anda, para tokoh utama novel ini, pada saat ini dan pada saat mendatang. Amiin.

MAR 17, ’10 11:08 PM
UNTUK SEMUANYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s