Life is Never Flat

Pernah mengikuti pertunjukan The Apprentice? Ya, reality show yang sempat meroket di salah satu televisi swasta itu merupakan salah satu acara televisi yang selalu kami tunggu di sela waktu belajar kami dulu. Dulu, sekitar tahun 2004 atau 2005, karena sekarang sudah tidak ada.

Reality show ini merupakan proyek milyuder Donald Trump dalam mencari “pegawai magang” untuk salah satu anak perusahaannya. Bagi para eksekutif muda, menjadi pegawai Donald Trump merupakan salah satu rejeki nomplok yang layak diperjuangkan dengan sepenuh hati. Siapa sih yang nggak kenal Donald Trump?

 Tahun 2004, Trump menjadi produser eksekutif dan pembawa acara di NBC acara realitas, The Apprentice, yang mana keduanya merupakan persaingan grup manajemen kelas atas. Kontestan ada yang dipecat atau terminasi dari permainan. Pemenang dari permainan ini akan dikontrak selama 1 tahun di perusahaan Trump dengan gaji 250 ribu dollar. Untuk satu tahun pertama, Trump mendapat bayaran sebesar 50.000 dollar per episode, namun karena acara tersebut sukses, ia kemudian dibayar 3 juta dollar per episode, dan ini menjadi orang pertelevisian dengan bayaran tertinggi. Pada tahun 2007 Trump mendapat penghargaan atas program The Apprentice dengan menerima sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame (Wikipedia)

Tak heran, jika yang mendaftar sebagai peserta acara ini berderet-deret. Dan mereka bukanlah orang-orang yang hanya bermodalkan tampang keren atau uang banyak. Mereka adalah kaum intelek yang haus tantangan. Inilah mengapa kami selalu menantikan acara ini.

Ya, dalam acara ini kami belajar bagaimana menaklukkan sebuah tantangan besar dalam waktu yang terbatas. Misalkan tentang bagaimana mendapatkan angka penjualan tertinggi dari sebuah produk tertentu dalam waktu kurang dari 24 jam. Atau di lain waktu, tantangannya adalah mengadakan sebuah acara spesial bagi para penghuni panti asuhan. Semua tantangan harus dapat diselesaikan dengan perencanaan, pengorganisasian, tindakan, dan kontrol yang efektif. Seru banget!

Kami melihat dengan nyata bagaimana kekuatan network, negosiasi, kerja cerdas, dan komunikasi yang baik bekerja menaklukkan berbagai tantangan. Bagi saya, hal itu sangat menginspirasi dan rupanya tertanam dalam alam bawah sadar saya. Saya jadi sangat menyukai tantangan. Life is never flat!

Memilih resign dan menjadi full time momm makin mendukung rasa haus tantangan yang saya miliki. Betapa hidup yang sesungguhnya justru dimulai saat saya meninggalkan zona nyaman orang gajian yang kerja nggak kerja pun bakal digaji. Zona nyaman yang mengkotakkan saya dalam komunitas yang homogen dan rentan dengan energi negatif. Dan zona nyaman yang dengan sepenuh hati saya syukuri telah saya tinggalkan saat ini. Meskipun demikian, saya selalu bersyukur karena pernah mencicipi zona nyaman tersebut relatif lama. Banyak ilmu yang tidak akan saya dapatkan jika saya tidak pernah menadi pegawai kantoran. Jadi, memang segala sesuatu tercipta tanpa ada yang sia-sia. Tapi saat saya ditanya soal bahagia, saya lebih memilih kehidupan saya saat ini.

Ya, kehidupan saya saat ini memungkinkan saya bertemu dengan lebih banyak orang dan tantangan yang beragam. Tentang bagaimana menghadapi sikap sinis masyarakat terhadap lulusan universitas ternama yang memilih menjadi ibu rumah tangga. Tentang berdamai dengan diri sendiri saat keinginan sangat jauh melampaui kemampuan yang dimiliki. Tentang perjalanan bertemu kawan-kawan seperjuangan. Dan tentang-tentang yang lain. Just keep on moving and you’ll find a thing.. ^_^

3 thoughts on “Life is Never Flat

  1. Ping-balik: Bunda Produktif a la Institut Ibu Profesional | ..::menulislah::..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s