Indonesian Soft Book: Hanif’s First Book

One of my dreams this year is writing in English periodically. So, from now I’ll try to share about Hanif toys in English. I hope it will be an useful note for anyone that need toys review.

The first toys is soft book.

This soft book is my online shop best seller. There is almost 40 different tittle can be choosen. People like” Seri Mengenal”, “Paket Kata Santun”, and “Alat Transportasi” most.  Those tittle simply easy  to be read for babies and stimulate their sense of basic things such as color, shape, surrounding, etc.

If you looking for baby educative toys, I recommend “Paket Kata Santun” for 3 months plus. It’s a very basic attitude everybody should learn, even a newborn. My experience with Hanif, although he hadn’t understand the story yet, he was very excited looking its various color and listening my voice. I always use different intonation when reading a storybook for Hanif and its work to make the story left deep inside in his memory. And especially about “Paket Kata Santun”, I was surprised when Hanif used to say “please” when he ask something or “I’m sorry” when doing something unapropriate and even “thank you” when receiving something from someone else. Subhanallah, Hanif spoke that beautiful words on 18 months old at the first time. What an amazing growth he was.

Paket seri Kata Santun

“Seri Mengenal”  and “Alat Transportasi” are best seller for toddler age. I recommend it for 3 years old children or more. At least they can learn about various shape inside  that book when they can’t read the alphabet yet. That’s a fun activity for them.

mengenal

Although those soft book are great educative toys of learning something for babies and children, I think the most important thing is parents or the adult guidance. Parents should accompany them to explain, to attract, and being their friend when they are playing.

Oiya, if you need some soft book for your child or for gift, please come to my online shop on Facebook or send a sms to +6285640007690. Hehehe.

Serat Pambuka

Sakpunika sampun dinten terakhir wulan Januari. Kamangka kula sampun gadhah pepengin badhe andamel seratan mawi basa Jawi paling boten sewulan sepindhah wonten blog punika. Punika pepengin kula ing warsa 2013, mugi-mugi dinten punika dereng kapitung telat nggih.

Gambar

Seratan mawi basa Jawi punika badhe kula khususaken bab tembang dolanan ingkang dipun wucalaken Grandpa dumateng Hanif awit Hanif bayi orok ngantos sakpunika. Tembang tinembang punika sae sanget kagem sedaya lare. Mugi-mugi saged dados manfaat kagem rencang-rencang sedaya.

2013 di Atas Kertas

Menuliskan cita-cita dan membiarkannya terbaca oleh  banyak orang membuat saya lebih bersemangat untuk bekerja keras mendapatkan apa yang saya cita-citakan. Saya pikir, pandangan ini merupakan lompatan tersendiri untuk saya karena dulu saya baru membagikannya di buku harian. Apakah saya dulu tidak percaya diri untuk berkata, “Inilah cita-citaku!”? Mungkin ada benarnya. Insiden pembajakan blog itu sungguh-sungguh melindas eksistensi diri saya di hadapan public.

Tapi, itu sudah berlalu. Saat ini saya malah bersyukur bertemu peristiwa itu karena saya bisa sampai pada pemaknaan seperti saat ini. Betapa banyak hal yang memang harus dipelajari dengan baik dalam setiap kepingan kehidupan dan menjadikan kualitas diri menjadi lebih baik. Semoga.

Sebagaimana cita-cita saya.

Gambar

  1. Keluarga kecil kami akhirnya berkumpul di bulan Juli 2013.

Beberapa tahun menikah dan belum sekalipun serumah sungguh merupakan ujian tersendiri untuk kami. Meski kami mencoba mengalihkan energy dengan berkarya sebanyak mungkin – dan alhmadulillah, kami memang jadi banyak menelurkan ini dan itu —  tetap saja ada yang kurang dalam jiwa kami.  Tahun ini kami bertekad HARUS serumah.  Meski itu harus di Swedia tempat suami saya mendaftar beasiswa. Semoga dimudahkan.

  1. Sebulan sekali saya membuat postingan di blog dalam bahasa Inggris.

Terinspirasi oleh tantangan yang dihadapi suami saya tentang menulis dalam bahasa Inggris untuk menembus beasiswa ke Eropa, saya berpikir tentang tidak ada salahnya saya pun belajar menempa diri. Terlebih setelah mengikuti kuliah umum Ibu Profesional bersama Mr. Hani Sutrisno, founder Desa Bahasa Borobudur, saya merasakan sebuah keharusan untuk lebih melenturkan otak saya terhadap keterampilan bahasa Inggris. Saya adalah warga DUNIA, bukan Indonesia semata.

  1. Sebulan sekali saya membuat postingan di blog dalam bahasa Jawa

Bagaimanapun, saya adalah orang Jawa. Saya tumbuh dan besar di Jawa. Bahkan kata orang tua saya, jika saya mau, saya masih  berhak menyandang gelar Raden Nganten, salah satu gelar bangsawan Jawa (tapi kami – saya dan kakak adik – memilih tidak mau. Hehe). Melihat gaya bahasa Jawa tulis di buku-buku sekolah sekarang, beberapa kali saya meraasa miris. Betapa nampaknya si penulis buku sendiri tidak fasih berbahasa Jawa. Bagaimana ia menulis kata-kata yang seharusnya dengan huruf “i” tapi malah  ia tulis dengan huruf “e”. Gatal sekali saya. Menulis di blog dalam bahasa Jawa semoga bisa menjadi tantangan tersendiri untuk saya mewarnai dunia literasi bahasa Jawa.

  1. Menyelesaikan naskah buku solo di bulan Januari untuk diterbitkan oleh penerbit mayor.

Saya membidik penerbit Gramedia Group dan Republika. Salah satu penerbit besar itu sudah membuka kesediaan menerima naskah saya, meskipun keputusan terbit tidaknya menjadi perkara yang berbeda. Tidak mengapa, saya hanya wajib membuat karya sebagus mungkin dalam berbagai aspek dan menyerahkannya kepada Sang Penguasa hati, bukan?

Bicara sola penerbit, berdasar saran salah satu pimpinan redaksi penerbitan yang saya jumpai di Kuliah Umum Ibu Profesional 13 Januari kemarin, memasukkan naskah ke berbagai penerbit – termasuk penerbit miliknya. Hehe – adalah sah-sah saja. Terlebih saat saya paparkan gambaran umum buku saya, ia makin semangat memberi masukan. Amboiii, begini rasanyadiincar oleh banyak penerbit. Makin bersemangatlah saya.

  1. Menerbitkan minimal DUA buku solo di tahun 2013.

Satu tidak pernah cukup, teman. Ada banyak ide berseliweran di kepala saya setiap saat. Saya ingin laptop yang kami perjuangkan kebaradaannya ini pada akhirnya membayar dirinya sendiri. Saya PASTI bisa.

  1. Menjelajah luar Jawa atau luar negeri untuk pertama  kalinya.

KAmi selalu suka menjelajah. Backpacking. Dan Hanif mulai cukup besar untuk diajak bekerja sama menjelajah. Ia selalu suka. Kami ingin melakukannya bersama-sama dan menciptakan kepingan hidup yang berikutnya.

  1. Membantu sebanyak mungkin orang mewujudkan mimpi mereka, terutama dalam membukukan tulisan.

Alhamdulillah saya sudah mengawalinya dengan proyek membukukan tulisan anak-anak yatim piatu di panti asuhan yang berlomba-lomba menulis liburan kemarin. Bahkan ada anak kelas 1 SD yang semangat menulisnya akan membuat siapapun yang membaca tulisannya akan terharu. Proyek berikutnya tentang membukukan tulisan hasil kompetisi lomba menulis tentang disabilitas juga baru saja saya terima. Saya jadi teringat tentang ucapan saya kepada suami tentang kebahagiaan tersendiri yang saya dapat dengan membuat buku. Melihat kebahagiaan orang lain, kebanggaan orang lain, dan membukukan karya orang lain. Sungguh sebuah kebahagiaan tersendiri untuk saya.

Ah, sekali lagi, berhenti di angka tujuh. Tujuh tujuan. Semoga dimudahkan.

#3: Entrepreneur Writing Story

Es Teler 77 sebagai hasil wirausaha dalam negeri rupanya ingin memberi apresiasi kepada para wirausaha muda dan buku inilah jawabannya. Merupakan kompetisi menulis yang tak sekadar menjaring tulisan, namun juga memberikan bantuan modal bagi para  pemenangnya. Tentu saja saya tak ingin ketinggalan. Hehehe

Kejutan kecil suatu siang membuat saya dagdigdugder. Jantung berdebar-debar. Pasalnya adalah saya mendapat telepon dari Nulisbuku.com yang isinya adalah mengundang saya hadir dalam peluncuran buku ini. Alhamdulillah, tulisan saya menjadi finalis kompetisi ini dan diminta untuk presentasi lebih lanjut pada malam penjurian.

Sayang sekali, say a belum dapat mengiyakan undangan dan tantangan tersebut. Akomodasi ke Jakarta bersama Hanif belum ditanggung oleh penyelenggara. Dari kantong sendiri? Humm.. saya masih harus mengencangkan ikat pinggang. Hehehe

es teler

Buku ini cocok bagi peminat wirausaha mula yang butuh inspirasi. Silakan memesan buku ini di sini.

#6 : Bye-Bye Office

Seorang kawan ngeblog, Pak Zhen, mengirim info ke saya. Katanya, tema lomba menulis kali ini sangat cocok dengan pengalaman saya. Ohya?

Benarlah, tema lomba ini memang sudah menggelitik. Bye-Bye Office. Sebuah kompetisi menulis yang diselenggarakan oleh MIC Publishing dan ternyata benar-benar lomba. Naskah yang saya tulis harus diseleksi oleh dewan juri kemudian dibagikan kepada sebanyak mungkin teman agar inspirasi yang dibagi semakin luas. Lanjut ke penjurian tahap kedua. Barulah keputusan pemenang diumumkan. Dari sekian banyak naskah yang masuk, pada akhirnya hanya terpilih 15 naskah yang masuk cetak. Alhamdulillah, naskah saya yang berjudul “Yes, I am an (Entrepreneur) Momm” masuk di dalamnya.

Gambar

Even ini memperkenalkan saya dengan konsep reward online untuk para penulis berupa sertifikat dalam bentuk soft copy. Meski pengirimannya tertunda hampir satu tahun seusai lomba, saya merasakan efek positif yang luar biasa dengan adanya sertifikat tersebut. Beberapa finalis dan pemenang yang saya ajak memperjuangkan sertifikat tersebut tidak ada yang menyambut baik dan memandang tidak ada perlunya mendapat sertifikat. Syukurlah, akhirnya saya mendapat sertifikat indah untuk melecutkan semangat menulis saya dari waktu ke waktu. Saya berharap semua penulis buku ini pun telah menerima sertifikat dan merasakan manfaatnya. Setidaknya, ia bisa menjadi personal track record yang menambah kepercayaan diri kita sendiri.

Oiya, even ini juga memberikan saya tambahan koleksi buku karena saya mendapatkan dua buah  buku gratis yang inspiratif. Satu buku berjudul “Soup” dan satu buku berjudul “Make Today Count”. Sekali lagi, dunia membaca dan menulis adalah dua sisi mata uang yang tidak terpisah, bahkan saling melengkapi.

GambarGambar

Buku Bye-bye Office dapat dipesan di sini yaa… ^_^

Buku Baru

bookRabu siang itu, tiba-tiba sebuah notifikasi email masuk membuat hp saya berkedip-kedip. Reflek saya buka dan rupanya sebuah kejutan manis menanti saya. Buntelan buku dari MIC Publishing bakal dibagikan gratis kepada para penulis Bye-Bye Office! Siapa yang akan menolak rejeki semacam itu? Rupanya kejutan bagi para penulis buku Bye-Bye Office masih bersambung hingga hari ini.

Segera saja saya meluncur ke website MIC untuk memilih deretan buku yang (mungkin) akan menarik untuk say abaca. Tak lama, daftar buku yang saya lirik sudah terkirim dan saya penasaran dengan tanggapan MIC. Maklum saja, buku yang saya pilih tidak Cuma satu, dua, atau tiga tapi enam. Hehehehe..

Jawaban MIC datang tak lama kemudian. Intinya daftar buku yang saya kirim akan dijadwalkan dan meminta kesediaan saya menulis review setiap buku yang saya terima. Oke, tidak masalah. Untuk beberapa buku gratis, menulis review bukanlah sesuatu yang berlebihan untuk mereka minta sebagai kompensasi. Jadilah kami sepakat. MIC akan rutin  mengirim buku gratis untuk saya dan saya akan menulis review untuk buku-buku tersebut.

Alhamdulillah, saya sungguh bersyukur bahwa sekali lagi kegemaran akan menulis membawa saya ke sebuah surga yang lain. Surga bernama buku gratis yang dikirimkan untuk saya. Memang, ini bukan kali pertama saya mendapat buku gratis. Tapi… selalu ada bahagia tersendiri saat mendapatkan hadiah berupa buku. Melebihi hadiah-hadiah berupa benda lain. Jadi, jika ingin memberi hadiah kepada saya, gampang saja. Berikan buku bermutu untuk saya, dari genre apapun akan saya terima dengan tangan terbuka. Hehehehe #Eh?

a Chapter of Kindness

Sekuel kedua dari kisah-kisah penuh hikmat yang digarap oleh Transformer Community ini berkisah tentang kindness: sebuah hadiah yang selalu bisa diteruskan ke setiap orang dan pasti kembali. Begitu kata cover depan buku ini dan saya rasa itu sangat benar. Kebaikan hati yang tulus ibarat sebuah boomerang – selalu kembali pada orang yang mengamalkannya (hal. v)

kind

Tetap mempertahankan tampilan ilustrasi detail anggun khas MIC – yang saya suka, menjadikan 15 kisah terpilih di dalamnya terasa membelai ringan kesadaran dan pemaknaan pembaca.

“Yang terhormat, Mr. Leroy, terima kasih karena Anda telah mengucapkan “tolong” setiapkali Anda meminta saya mengerjakan sesuatu yang sesungguhnya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih karena Anda telah mengucapkan “maaf” ketika menegur saya, untuk mengingatkan dan berusaha memberi tahu kesalahan yang telah saya lakukan, semata-mata karena ingin saya mengubah kesalahan itu menjadi kebaikan. Terima kasih karena Anda selalu mengucapkan terima kasih atas setiap hal kecil yang saya kerjakan untuk Anda.

Terima kasih atas semua penghargaan yang Anda berikan pada orang kecil seperti saya, sehingga saya bisa menjalankan tugas dengan percaya diri, tanpa merasa rendah maupun kecil. “ (hal. 106)

Kutipan kalimat motivasi para tokoh terkenal dunia yang menjadi benang merah cerita menjadikan setiap kisah lebih berbobot untuk dibaca. Footnote langsung di halaman yang bersangkutan juga merupakan loncatan yang membuat buku ini lebih ergonomis untuk dibaca.

Serba-serbi kisah baik berupa biografi singkat tokoh utama cerita, atau sumber kisah tersebut belum tertuang dalam buku ini. Kesan akan kisah yang disajikan akan lebih kuat karena pembaca diajak untuk menyadari bahwa kisah tersebut benar-benar terjadi. Pada buku ini, saya masih harus menyimpan rasa penasaran terhadap Transformer Community yang sekali lagi belum dijelaskan profilnya. Mungkin di sekuel ketiga nanti, rasa penasaran saya bakal terjawab. Semoga.

Judul buku          : a Chapter of Kindness

Penulis                 : Transformer Community

Penerbit              : MIC Publishing

Tebal buku         : x + 182 hal

Ukuran buku      : 11 x 16 cm

Harga                    : Rp. 40.000,-

#2: Desa Seribu Cerita

Tulisan kedua saya yang dibukukan masuk dalam buku antologi bertema Hometown berjudul Desa Seribu Cerita. Tulisan saya sendiri berjudul “Salatiga”

Gambar

Kota kecil saya ini memang luar biasa menginspirasi. Semakin hari saya tinggal di sini, semakin banyak inspirasi dan orang hebat yang saya jumpai. Terkadang, saya agak heran jika generasi muda di Salatiga lebih memilih pergi ke kota besar untuk mencari pekerjaan di sana. Sungguh, Salatiga memiliki banyak pesona untuk digarap bersama, Teman.

Buku ini adalah proyek antologi besutan Nulisbuku yang sukses menjaring banyak sekali naskah bertema Hometown sehingga dibukukan menjadi empat buku dengan judul yang berbeda. Mau membaca lebih lanjut buku-buku tersebut? Silakan klik di sini ya.

A Chapter of Happiness

Satu-satunya benih yang bisa Anda tebarkan dalam diri semua orang dan pasti bertumbuh.

Kalimat di cover depan buku kecil indah ini menggelitik saya untuk segera membuka bungkus plastiknya dan mulai membaca. Sekali lagi, buku terbitan MIC ini begitu indah di mata saya. Detail ornament di setiap halaman nampak dibuat dengan cermat dan anggun. Pada pandangan pertama, saya suka buku ini.

Gambar

Menyuguhkan 15 cerita tentang pencarian, pemaknaan, dan pemilihan bahagia yang mungkin sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari namun terlewat untuk kita maknai.

Kehidupan kita ini ibarat teh melati. Pekerjaan, harta, dan jabatan adalah cangkir yang membungkus kehidupan kita. Jenis cangkir yang digunakan tidak akan menggantikan kualitas kehidupan kita. Demikian pula kebahagiaan kita. Sayangnya, seringkali kita terlalu berfokus pada cangkir dan lupa menikmati teh melatinya. (hal. 15)

Saya tidak menyimpan dendam kepada mereka. KAta-kata yang sengit tidak akan menghidupkan Marie kembali. Saya akan berdoa mala mini dan setiap malam agar Tuhan mengampuni mereka. (hal. 39)

Saya tidak akan pernah tahu apakah langkah yang saya ambil adalah langkah terakhir. Saya berusaha melakukan segala sesuatu yang saya bisa, baik bagi diri saya maupun  bagi orang lain. (hal. 72)

Jika Anda benar-benar ingin membalas pertolongan saya, Anda hanya perlu meneruskan kebaikan ini dengan cara menolong orang lain. Jangan biarkan lingkaran kebaikan ini berakhir pada diri Anda. (hal.109)

Begitulah, buku setebal 174 halaman ini sarat dengan berbagai kisah inspirasi yang setidaknya akan membuat kita memandang kehidupan dari sisi yang berbeda. Memang, sebagaimana diakui oleh penerbit dalam kata pengantarnya, adalah tidak mungkin memuat semua kebijaksanaan yang ada di dunia ini dalam sebuah buku sekecil a Chapter of Happines. Setidaknya, buku ini bisa menjadi awalan yang baik untuk memasuki dunia penuh hikmat yang mengagumkan itu.

Sedikit ganjalan untuk buku ini adalah ketiadaan penjelasan tentang Transformer Community yang didaulat sebagai penyusun buku. Sampai halaman terakhir, pertanyaan saya tentang siapakah Transformer Community tetap tidak terjawab. Menurut saya, sayang sekali jika poin ini tidak diisi pada buku-buku berikutnya.

Oiya,  soal penjelasan beberapa istilah lokal menurut saya aka lebih indah jika diposisikan sebagai footnote di setiap halaman yang bersangkutan, bukan di akhir tulisan. Ruang di akhir tulisan akan lebih manis jika digunakan untuk ruang bercerita tentang serba-serbi kisah. Bisa tentang biografi singkat tokoh utama cerita, atau sumber kisah tersebut. Kesan akan kisah yang disajikan akan lebih kuat karena pembaca diajak untuk menyadari bahwa kisah tersebut benar-benar terjadi. Pembaca akan menangkap pesan utama buku motivasi ini dengan lebih gamblang, “ Jika mereka bisa, mengapa kita tidak?”

Bahwa kehidupan adalah mengenai pilihan yang kita buat setiap hari. Demikian juga kebahagiaan dan kekuatan. (hal.127)

 

Judul buku          : a Chapter of Happiness

Penulis                 : Transformer Community

Penerbit              : MIC Publishing

Tebal buku         : x + 174 hal

Ukuran buku      : 11 x 16 cm

Harga                    : Rp.40.000

Wish List Book: #1: Tere Liye

Buku pertamanya yang saya baca adalah Hafalan Shalat Delisa. Dan langsung membuat halaman-halamannya kisut karena air mata. Sekarangpun masih demikian, meski saya sudah membacanya untuk kali ke sekian.

Segera saja, buku-bukunya masuk daftar buku buruan. Banyak judul sudah saya baca, namun sampai sekarang ternyata baru satu dua judul yang benar-benar berhasil saya peroleh untuk masuk koleksi buku pribadi saya.

Gambar

Saat diminta berbicara tentang mimpi, memiliki buku-buku Tere Liye adalah salah satunya.

  1. Hafalan Shalat Delisa
  2. Moga Bunda Disayang Allah
  3. Bidadari-Bidadari Surga
  4. Ayahku (Bukan) Pembohong
  5. Eliana
  6. Pukat  : Alhamdulillah saya sudah punya. Hadiah dari Panitia Seminar Muslimah Ibnu Abbas Salatiga. Katanya karena saya membantu menjadi EO Seminar dan MC seminar tersebut. Jazakunnallah khoiron!
  7. Burlian
  8. Amelia
  9. Kau, Aku, dan Sepucuk Angpao Merah
  10. Rembulan Tenggelam di Wajahmu
  11. Sunset Bersama Rosie
  12. Daun yang Jatuh Tak PErnah Membenci Angin
  13. Negeri Para Bedebah
  14. Sepotong HAti yang Baru

Tak pernah rugi mengkoleksi buku Tere Liye. Ada yang mau membantu saya yang selalu haus bacaan bergizi dengan buku-buku tersebut? Hehehe