Sukses 2012

Kuliah offline rutin Ibu Profesional pagi ini diawali dengan sharing kisah sukses setiap peserta di tahun 2012. Ada banyak hal yang ingin saya ceritakan, namun yang terlontar adalah soal icip-icip menjadi event organizer di awal tahun dan cover designer di akhir tahun. Sesaat setelah jatah sharing saya bergeser ke mbak Neneng, yang duduk di sebelah saya, saya langsung menyesal.

Sesungguhnya, kesuksesan terbesar saya di tahun 2012 adalah bertemu dengan orang-orang hebat yang selalu memandang setiap hal baru sebagai tantangan dalam kehidupan mereka. Puncaknya adalah saat saya akhirnya berkesempatan mengikuti kuliah rutin Ibu Profesional dimana saya merasakan lejitan energy positif dalam diri saya. Semakin banyak orang hebat yang memaksa saya memandang sesuatu dengan kacamata – memang saya berkacamata – ego dewasa dan bukannya ego orang tua, apalagi kanak-kanak. Bagaimana tidak? Setiap peserta kuliah sejatinya adalah guru yang mengajarkan saya tentang banyak hal, mungkin tanpa mereka sadari.

Kesadaran itu makin mengerucut saat saya berkesempatan membantu proyek buku pertama Ibu Profesional menjelang akhir 2012 dimana saya benar-benar belajar banyak hal baru. Terlepas soal teknis dunia penerbitan buku yang menjadi pengalaman tersendiri bagi saya, saya banyak belajar tentang kekuatan apresiasi.

Saya benar-benar terharu saat mendapati fakta bahwa buku berjudul “Hei, Ini Aku: Ibu Profesional!” ini berdampak sedemikian luas. BErawal dari luapan kebahagiaan yang ditunjukkan beberapa pemenang saat mendapati namanya ada di deretan penulis yang naskahnya masuk buku. Ada Mbak Wido yang berdebar-debar menanti hingga tengah malam. Ada Mbak Neneng yang surprised banget saat kami mengangkat judul naskahnya sebagai judul besar buku. Ada Mbak Dian Farida yang tersipu-sipu saat saya mengabarkan bahwa naskahnya lolos menjadi opening story buku. Belum lagi cerita teman-teman pemenang dari luar Salatiga yang saya dengar dari Bu Septi.

Saya yakin banyak di antara mereka yang memang baru sekali itu memiliki buku dengan nama mereka terpampang sebagai penulisnya. Saya jadi teringat euphoria yang sama saat naskah saya pertama kali dibukukan dalam buku I Care #1. Bagi saya sendiri, buku ini memiliki cerita khusus yang bisa dibaca di sini.

Dampak luar biasanya tak berhenti sampai di situ, Teman. PAda acara perkenalan resmi buku tersebut ke publik pada 22 Desember lalu di Kuliah Umum Spesial Ibu Profesional, lagi-lagi saya terhenyak saat mendapati kebahagiaan yang begitu besar lantaran berhasil masuk ke dalam deretan penulis buku. Bagaimana tidak? Saya ingat benar saat saya menyambut Mbak Imelda Rosa yang masuk ke pintu masuk lobi @america dan menjabat tangan saya erat sambil tersenyum lebar. Dengan bangga beliau juga memperkenalkan keluarga besarnya – mamanya, papanya, ponakan-ponakannya, dan juga adiknya — yang turut hadir dalam acara tersebut untuk menyaksikan perhelatan akbar ibu professional. Mau tak mau, saya sungguh merasa bahagia mendapatinya. Sisi seru perkenalan buku ini bisa dibaca di sini.

Mengantarkan kebahagiaan kepada orang lain sungguh merupakan sukses terbesar untuk saya tahun 2012 ini. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat orang-orang bahagia karena telah menapaki tahapan baru dalam kehidupan mereka. Tahapan yang serasa hanya mimpi, namun akhirnya menjadi kenyataan. Untuk itu, saya berterima kasih secara khusus kepada Mbak Widi yang menyeret saya ke dalam tim buku dan membuat saya belajar banyak di dalamnya. Saya juga berterima kasih secara khusus kepada Mbak Zainab yang merayu saya membuat seminar di awal tahun 2012 lalu dan membuat saya tercengang-cengang dengan sisi lain ummahat yang ternyata sungguh luarrrr biasa!

Selepas kuliah pagi inipun, saya mendapati sms masuk dari salah satu customer saya yang menyatakan apresiasinya atas tulisan-tulisan di buku tersebut. Rupanya, beliau mendapat hadiah buku tersebut baru-baru ini dan langsung melahap habis isinya. Alhamdulillah.

Dan malam ini,  saya mendapati resolusi terkini dari salah satu penulis buku antologi tersebut via status Facebooknya. Bahwa ia akan menulis minimal sepekan dua tulisan di blog pribadinya setelah beberapa lama aktivitas tersebut berhenti lantaran pembajakan blog oleh hacker. Lagi-lagi saya terhenyak sambil menahan nafas membaca status penuh tekad yang dituliskannya. Dalam blog tersebut ia menuliskan bahwa salah satu motivasi terbesarnya adalah apresiasi yang kami berikan kepada seluruh penulis yang naskahnya berhasil masuk ke dalam buku berupa piagam penghargaan. Saya merinding sendiri menyadari kenyataan betapa besarnya pengaruh apresiasi dan berbagi energy positif, tanpa bisa kita kendalikan. Semua orang menjadi bergerak, bergerak, dan bergerak. Welcome back to blogsphere, Pak Seno! Keep on writing and youll find a paradise! ^^

One thought on “Sukses 2012

  1. Ping-balik: Seno Wahyu | Personal Website – Kejutan di Awal Tahun 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s