Event Penulisan “Beautiful Story:Me, Books, and My Kids”

Notifikasi email masuk secara otomatis saya buka dan saya mendapati sebuah email hangat berisi undangan.

Assalamu’alaikum Bu  Niken…

Pa kabar? salam kenal ya..saya  Yanti,penyuka buku dan dunia perbukuan..Saya baca tulisan Ibu di buku :Hei,ini Aku Ibu Profesional”.Buku yang Inspiratif,.Like It 🙂

Kami mau mengundang Ibu untuk ikut berpartisipasi dalam event penulisan “Beautiful Story: Me,books and My Kid’s”. Temanya bebas di seputar buku dan dunia perbukuan,mkn moment indah berburu buku bersama anak,membacakan buku,mendongengkan,diskusi seputar isi buku,menjawab pertanyaan cerdas anak-anak,apa aja deh seputar buku,cerita yang kita dan anak terlibat dalam aktifitas itu.

Segera saa saya berburu informasi lebih lanjut tentang event tersebut untuk dapat saya bagikan lebih lanjut ke teman-teman. Berikut informasi resminya:

Selamat datang di AmanyBook..:)

Pa kabar Ayah dan Bunda?semoga selalu dalam kondisi prima menyiapkan generasi terbaik,semoga Allah berkahi setiap aktifitas kita..

Di Februari Ceria ini AmaNY Milad lho..Di Milad yang ke 3 ini kita berbagi kebahagiaan dengan mengangkatkan event Berbagi Cerita “ Beautiful Story: Me.books and My Kid’s”

Kisah Indah: Aku,buku dan anakku..

Ayo Ayah dan bunda berbagi cerita –cerita seputar buku,mungkin ada moment indah saat hunting buku,beli buku,membaca isi buku,mendongengkan isi buku,apa aja deh seputar dunia perbukuan..temanya bebas,mungkin kisah lucu,sedih asal seputar buku,okay?

Hadiahnya apa ya?

1.Pemenang Pertama: 1 set Kisah Para Sahabat nabi senilai Rp.3.500.000

2.Pemenang kedua: 1 set Ensiklopedia Anak Pintar senilai Rp 2.400.000

3.Pemenang ketiga ; 1 set Seri Asmaul Husna senilai Rp 1.000.000

Dan 5 set Seri mengenal Allah,sebagai hadiah tambahan untuk tulisan menarik lainnya.

Wow..Boleh sambil Koprol 😀

Ayo ayah dan bunda,jangan biarkan kisah indah hanya mengisi kenangan saja,berbagilah bersama kami dan dapatkan peluang memenangkan buku-buku Keren ini untuk putra putri tercinta.

Email ke amanybook@gmail.com ya..ditunggu sampai akhir Febr ini,Pemenang akan diumumkan di web ini dan di fanpage kami BukuAmaNY dan twitter kami @AmanyBook..buat peserta silahkan like fanpage dan follow twitternya ya..

Insya Allah,jika cerita/naskah yang dikirim layak terbit,kita akan bukukan dan terbitkan,seluruh Royaltinya akan disumbangkan untuk pendirian pustaka di Daerah-daerah terpencil.Ayo buruan nulis..Kapanlagi bisa berbagi cerita,dapat buku keren sekaligus beramal.di tunggu yaa..

Jika ada yang mau tanya-tanya silahkan kontak Bunda Yanti di 081322743725,di tunggu (kata Bunda Yanti sampai dengan 28 Februari 2013) ya:)

Yuk, kita menulis lagi! ^_^

Iklan

Paper Toys: Really Fun, Guys!

Bertemu dan praktek langsung dengan pakar di sebuah bidang memang sebuah keberuntungan tersendiri. Meskipun si pakar geleng-geleng kepala saat disebut pakar, setidaknya beliau jauh lebih berpengalaman dalam hal tersebut dibanding saya. Buat saya, itu sudah cukup untuk menyebutnya pakar.

Itulah yang saya dapati akhir pekan kemarin di Kuliah Umum Institut Ibu Profesional Kota Salatiga.  Ya, kami memang rutin mengadakan kuliah umum yang bertempat di School of Life Lebah Putih sebagai upaya mengakomodir semangat belajar para ibu dan (akhirnya merembet ke) para ayah yang luar biasa. Kali ini, saya belajar langsung dari Mas Hafez Achda, praktisi Paper Toys dari Jogja.

mas hafezpop upkompakmejeng

Hafez Acha, lahir di Temanggung tahun 1985.  Dari kecil menyukai permainan yang prosesnya dengan merakit dan sudah gemar berkreasi dengan kertas. Dengan latar belakang belajar seni rupa di Jogjakarta membuatnya semakin mencintai kertas sebagai bahan dasar karyanya, mulai dari melukis dengan media kertas, desainer pop up dan juga menjadi desainer paper craft.

Masih mempercayai bahwa kertas adalah media yang paling fleksibel karena kertas bisa menjadi apa saja, bisa dilipat, digunting, digambar, dibuat padat dan berbagai bentuk lain.  Rumusnya adalah 3M : Murah, Mudah (dibentuk), dan Mengasyikkan.


Bersama beberapa temannya mendirikan impian studio di jogja, sebuah studio kreatif yang bergerak mendayagunakan kertas sebagi media ekspresinya. buku yang sudah diterbitkannya adalah paper toys jilid 1-3. untuk berkomunikasi dengannya silakan kirim email ke impianstudio@gmail.com

Kami memang benar-benar diberi kesempatan membuat paper toys sendiri! Bahkan.. di akhir acara, kami diberi kesempatan membuat buku pop-up sederhana untuk menjawab rasa ingin tahu kami. Jurus itu benar-benar membuat seluruh peserta — para ibu, para ayah, para remaja, dan tentunya anak-anak — serius menekuri proyek masing-masing sampai tanpa terasa mendekati pukul 12. Terbukti benar, bahwa paper toys ini merupakan pilihan ativitas keluarga yang murah, mudah, dan mengasyikkan.

potluckmas tepeinteraktifoleh-oleh

Meskipun utak-atik paper toys terlihat penuh ketenangan, ternyata energi benar-benar terkuras untuk konsentrasi lho. Jamuan potluck yang disediakan panitia pun  dengan gembira diserbu peserta. Terima kasih banyak untuk seluruh peserta yang telah berbagi potluck pada Kuliah Umum kali ini. Tak hanya makanan kecil, buah hasil kebun senidri seperti rambutan dan kelengkengpun melengkapi hidangan potluck yang berderet-deret. Hidangan yang disajikan dengan apik dalam piring-piring bambu beralaskan daun pisang menambah segar meja potluck dan menyatu dengan suasana asri Lebah Putih.

Afterall, pagi yang diramalkan banyak orang akan diguyur hujan itu berakhir cerah, alhamdulillah. Setiap peserta membawa oleh-oleh paper toys hasil karyanya sendiri plus ada juga yang penasaran dengan pola-pola lain di buku Mas Hafez. Menjaga stand dadakan a la Mas Tepe, Sang Pimpinan Redaksi Indonesia Tera, pun mau tak mau dilakoni setelah di dalam aula Mas Tepe juga ikut maju ke depan. Seruuuu!

Kuliah Umum Februari 2013 “Menjalin Ikatan Keluarga dengan Paper Toys” ini didukung oleh Mbak Imah dari Habib Collection dan Mbak Dwi Yunia Arti dari Marketing McDonald Jawa Tengah sebagai sponsor bingkisan untuk Mas Hafez, para peserta yang antusias dari awal hingga akhir plus membawa hidangan potluck yang melimpah, maupun Mr. Ow dan Kak Rini sebagai peserta bazaar. Special thanks to Mas Tepe dengan buku-buku kejutan doorprize-nya, semoga Penerbit Indonesia Tera makin jaya! 😀

Dukungan para donatur inventaris IIP Kota Salatiga (Bu Amin, Mbak Dian, Mbak Dewi, Mbak Neneng, Mbak Imah, dan Mbak Titin) benar-benar sangat membantu kelancaran peralatan kuliah umum kali ini. Terima kasih banyak juga untuk teman-teman di School of Life Lebah Putih yang luar biasa (Thanks Kak Rini, Kak Jo, Kak Titi, Kak Tyas, Pak Hadi, dan Pak Gi).

Apresiasi yang paling dahsyat tentu saya haturkan kepada tim panitia: Bu Ais (Penerima Tamu), Mbak Ula (Chief Bazaar), Mbak Umi (MC), Mbak Aini (Chief Potluck), dan Mbak Ria (Chief Clean Up). Semoga semangat teman-teman dalam belajar banyak hal baru dalam kepanitiaan dapat menjadi penambah semangat untuk terus belajar dan berani  menaklukkan tantangan apapun. Never ending learning!

doorprizetingkah bocahtanya jawabrame

 

 

 

 

Bertemu dan praktek langsung dengan pakar di sebuah bidang memang sebuah keberuntungan tersendiri. Meskipun si pakar geleng-geleng kepala saat disebut pakar, setidaknya beliau jauh lebih berpengalaman dalam hal tersebut dibanding saya. Buat saya, itu sudah cukup untuk menyebutnya pakar.

Itulah yang saya dapati akhir pekan kemarin di Kuliah Umum Institut Ibu Profesional Kota Salatiga.  Ya, kami memang rutin mengadakan kuliah umum yang bertempat di School of Life Lebah Putih sebagai upaya mengakomodir semangat belajar para ibu dan (akhirnya merembet ke) para ayah yang luar biasa. Kali ini, saya belajar langsung dari Mas Hafez Achda, praktisi Paper Toys dari Jogja.

mas hafez

Hafez Acha, lahir di Temanggung tahun 1985.  Dari kecil menyukai permainan yang prosesnya dengan merakit dan sudah gemar berkreasi dengan kertas. Dengan latar belakang belajar seni rupa di Jogjakarta membuatnya semakin mencintai kertas sebagai bahan dasar karyanya, mulai dari melukis dengan media kertas, desainer pop up dan juga menjadi desainer paper craft.

Masih mempercayai bahwa kertas adalah media yang paling fleksibel karena kertas bisa menjadi apa saja, bisa dilipat, digunting, digambar, dibuat padat dan berbagai bentuk lain.  Rumusnya adalah 3M : Murah, Mudah (dibentuk), dan Mengasyikkan.

pop upBersama beberapa temannya mendirikan impian studio di jogja, sebuah studio kreatif yang bergerak mendayagunakan kertas sebagi media ekspresinya. buku yang sudah diterbitkannya adalah paper toys jilid 1-3. untuk berkomunikasi dengannya silakan kirim email ke impianstudio@gmail.com

kompak

Kami memang benar-benar diberi kesempatan membuat paper toys sendiri! Bahkan.. di akhir acara, kami diberi kesempatan membuat buku pop-up sederhana untuk menjawab rasa ingin tahu kami. Jurus itu benar-benar membuat seluruh peserta — para ibu, para ayah, para remaja, dan tentunya anak-anak — serius menekuri proyek masing-masing sampai tanpa terasa mendekati pukul 12. Terbukti benar, bahwa paper toys ini merupakan pilihan ativitas keluarga yang murah, mudah, dan mengasyikkan.

potluck

mejengMeskipun utak-atik paper toys terlihat penuh ketenangan, ternyata energi benar-benar terkuras untuk konsentrasi lho. Jamuan potluck yang disediakan panitia pun  dengan gembira diserbu peserta. Terima kasih banyak untuk seluruh peserta yang telah berbagi potluck pada Kuliah Umum kali ini. Tak hanya makanan kecil, buah hasil kebun senidri seperti rambutan dan kelengkengpun melengkapi hidangan potluck yang berderet-deret. Hidangan yang disajikan dengan apik dalam piring-piring bambu beralaskan daun pisang menambah segar meja potluck dan menyatu dengan suasana asri Lebah Putih.

mas tepeinteraktifAfterall, pagi yang diramalkan banyak orang akan diguyur hujan itu berakhir cerah, alhamdulillah. Setiap peserta membawa oleh-oleh paper toys hasil karyanya sendiri plus ada juga yang penasaran dengan pola-pola lain di buku Mas Hafez. Menjaga stand dadakan a la Mas Tepe, Sang Pimpinan Redaksi Indonesia Tera, pun mau tak mau dilakoni setelah di dalam aula Mas Tepe juga ikut maju ke depan. Seruuuu!

oleh-olehKuliah Umum Februari 2013 “Menjalin Ikatan Keluarga dengan Paper Toys” ini didukung oleh Mbak Imah dari Habib Collection dan Mbak Dwi Yunia Arti dari Marketing McDonald Jawa Tengah sebagai sponsor bingkisan untuk Mas Hafez, para peserta yang antusias dari awal hingga akhir plus membawa hidangan potluck yang melimpah, maupun Mr. Ow dan Kak Rini sebagai peserta bazaar. Special thanks to Mas Tepe dengan buku-buku kejutan doorprize-nya, semoga Penerbit Indonesia Tera makin jaya! 😀

Dukungan para donatur inventaris IIP Kota Salatiga (Bu Amin, Mbak Dian, Mbak Dewi, Mbak Neneng, Mbak Imah, dan Mbak Titin) benar-benar sangat membantu kelancaran peralatan kuliah umum kali ini. Terima kasih banyak juga untuk teman-teman di School of Life Lebah Putih yang luar biasa (Thanks Kak Rini, Kak Jo, Kak Titi, Kak Tyas, Pak Hadi, dan Pak Gi).

Apresiasi yang paling dahsyat tentu saya haturkan kepada tim panitia: Bu Ais (Penerima Tamu), Mbak Ula (Chief Bazaar), Mbak Umi (MC), Mbak Aini (Chief Potluck), dan Mbak Ria (Chief Clean Up). Semoga semangat teman-teman dalam belajar banyak hal baru dalam kepanitiaan dapat menjadi penambah semangat untuk terus belajar dan berani  menaklukkan tantangan apapun. Never ending learning!

doorprizetingkah bocahtanya jawabrame

BEST SELLER Penerbit: Tangis yang Mendadak Terbit

Kilasan status Facebook yang saya baca sore ini mendadak berhenti di satus mbak Betty Arianti. Salah satu kontributor buku antologi Ibu Profesional “Hei, Ini Aku: Ibu Profesional!” ini menulis:

Alhamdulillah, Buku “Hei, Ini Aku Ibu Profesional”, jadi salah satu best seller di leutikaprio……

Langsug saya meluncur ke web LeutikaPrio dan meng-copy halaman utamanya.

Subhanallah…

Sekali lagi, buku ini membuat saya gemetar hebat. Benar-benar gemetar dalam arti sebenarnya, teman. Dan.. saya menangis. Menangis di depan laptop dengan sendirinya. 

Kali ini, saya masa bodoh dengan istilah “saru”: nangis kok diceritain. 

Saya menangis membayangkan kilasan-kilasan wajah teman-teman kontributor buku yang sempat saya jumpai di Kuliah Umum Spesial @america Desember lalu. Raut wajah bangga karena memberikan hadiah buku kepada orang-orang terkasih mereka.

Saya menangis teringat kalimat demi kalimat yang masuk sebagai peserta lomba dulu. BEtapa kalimat-kalimat tersebut ditulis dengan cinta dan gemuruh yang luar biasa. Membulatkan tekad untuk membagi sisi muram kehidupan yang telah berhasil dimenangkan dan menadi mereka yang indah bermetamorfosa. Percayalah, sampai saat ini — meskipun sudah ditayangkan di web secara berkala oleh mbak Widi Astuti dengan telaten — saya masih sering mencuri waktu membaca satu per satu naskah yang masuk di meja redaksi dulu itu. Ada sesuatu di sana yang membuat saya ingin menyelami lagi dan lagi.

Saya menangis teringat teman-teman tim buku yang benar-benar rela bergadang di tengah aktivitas keseharian yang tentu telah menguras energi dan waktu mereka. Merelakan waktu yang seharusnya bisa mereka gunakan untuk istirahat dan melepas penat. Larangan dokter pun dengan “patuh” mereka curi-curi untuk menyelesaikan proyek ini. Sungguh, salut luar biasa untuk Mbak Dian, Mbak Widi, dan Mbak Zainab. Semoga kera keras teman-teman menjadi shadaqah tersendiri dan dilimpahi pahala ya. Aamiin.

Dan.. saya menangis karena buku ini sendiri. Buku yang membuat banyak orang telah menangis, dengan alasan mereka masing-masing. Saya gemetar menyadari betapa dahsyat efek buku ini. 

Kalimat Bu Septi di sela-sela kuliah rutin Ibu Profesional yang saya ikuti dengan mata setengah watt dulu kembali terngiang. 

Tenang, Mbak.. Kerja kerasmu akan terbayar. 

Inikah salah satunya? Wallahu a’lam. 

Yang jelas, saya bersyukur dan berterima kasih telah diijinkan turut membidani buku yang hebat ini. BErsyukur dan berterima kasih karena telah dipertemukan kembali dengan Bu Septi setelah berpuluh tahun berlalu. BErsyukur dan berterima kasih telah berkesempatan resign dan bergabung dengan Institut Ibu Profesional. Sampai hari ini. 

*** 

Shared at web Ibu Profesional