BEST SELLER Penerbit: Tangis yang Mendadak Terbit

Kilasan status Facebook yang saya baca sore ini mendadak berhenti di satus mbak Betty Arianti. Salah satu kontributor buku antologi Ibu Profesional “Hei, Ini Aku: Ibu Profesional!” ini menulis:

Alhamdulillah, Buku “Hei, Ini Aku Ibu Profesional”, jadi salah satu best seller di leutikaprio……

Langsug saya meluncur ke web LeutikaPrio dan meng-copy halaman utamanya.

Subhanallah…

Sekali lagi, buku ini membuat saya gemetar hebat. Benar-benar gemetar dalam arti sebenarnya, teman. Dan.. saya menangis. Menangis di depan laptop dengan sendirinya. 

Kali ini, saya masa bodoh dengan istilah “saru”: nangis kok diceritain. 

Saya menangis membayangkan kilasan-kilasan wajah teman-teman kontributor buku yang sempat saya jumpai di Kuliah Umum Spesial @america Desember lalu. Raut wajah bangga karena memberikan hadiah buku kepada orang-orang terkasih mereka.

Saya menangis teringat kalimat demi kalimat yang masuk sebagai peserta lomba dulu. BEtapa kalimat-kalimat tersebut ditulis dengan cinta dan gemuruh yang luar biasa. Membulatkan tekad untuk membagi sisi muram kehidupan yang telah berhasil dimenangkan dan menadi mereka yang indah bermetamorfosa. Percayalah, sampai saat ini — meskipun sudah ditayangkan di web secara berkala oleh mbak Widi Astuti dengan telaten — saya masih sering mencuri waktu membaca satu per satu naskah yang masuk di meja redaksi dulu itu. Ada sesuatu di sana yang membuat saya ingin menyelami lagi dan lagi.

Saya menangis teringat teman-teman tim buku yang benar-benar rela bergadang di tengah aktivitas keseharian yang tentu telah menguras energi dan waktu mereka. Merelakan waktu yang seharusnya bisa mereka gunakan untuk istirahat dan melepas penat. Larangan dokter pun dengan “patuh” mereka curi-curi untuk menyelesaikan proyek ini. Sungguh, salut luar biasa untuk Mbak Dian, Mbak Widi, dan Mbak Zainab. Semoga kera keras teman-teman menjadi shadaqah tersendiri dan dilimpahi pahala ya. Aamiin.

Dan.. saya menangis karena buku ini sendiri. Buku yang membuat banyak orang telah menangis, dengan alasan mereka masing-masing. Saya gemetar menyadari betapa dahsyat efek buku ini. 

Kalimat Bu Septi di sela-sela kuliah rutin Ibu Profesional yang saya ikuti dengan mata setengah watt dulu kembali terngiang. 

Tenang, Mbak.. Kerja kerasmu akan terbayar. 

Inikah salah satunya? Wallahu a’lam. 

Yang jelas, saya bersyukur dan berterima kasih telah diijinkan turut membidani buku yang hebat ini. BErsyukur dan berterima kasih karena telah dipertemukan kembali dengan Bu Septi setelah berpuluh tahun berlalu. BErsyukur dan berterima kasih telah berkesempatan resign dan bergabung dengan Institut Ibu Profesional. Sampai hari ini. 

*** 

Shared at web Ibu Profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s