Dari Bayi Hingga Berbagi

“Ibu Niken, hari ini kita mau ke mana?”

“Hari ini, kita mau tengok adik bayi, Mas Hanif! Mau ikut?”

“Mauuu!!” tanpa berpikir dua kali Hanif semangat menjawab.

Ya, hari ini kami memang merencanakan kunjungan ke rumah Mbak Sapta yang baru-baru ini dikaruniai momongan pertamanya. Tentu saja, Hanif tidak mau ketinggalan. Hanif selalu suka ikut ke manapun ibunya bepergian. Sudah sepaket dengan ibunya. Hehehe

Bertemu dengan bayi merupakan salah satu keajaiban dunia tersendiri bagi Hanif. Dengan mata terbelalak takjub, ia akan menyambut bayi yang diperlihatkan kepadanya. Dengan suaranya yang ceria, ia akan berceloteh menyapa si kecil. Dengan tangannya yang mungil, ia akan mengusap kepala, wajah, dan menggenggam tangan bayi kecil yang ia kunjungi. Sayaaang sekali kelihatannya ia kepada bayi-bayi mungil itu.

Begitupun kali ini. Perjalanan dengan angkutan kota jalur 3 jurusan Macanan membawa kami ke rumah asri keluarga besar Mbak Sapta. Bersama Mbak Nunuk dan Mbak Tri, kami disambut hangat oleh Mbak Sapta dan suaminya. Sang bayi yang diberi nama Bilqis ini pun sempat mengoek sebentar seolah ikut menyambut kedatangan kami.

Ternyata, kunjungan kami pada 26 Februari 2013 tersebut bertepatan dengan usia Bilqis 1 bulan. Wah, sebuah kebetulan yang menyenangkan! Dan entah kebetulan atau tidak, hidangan yang disajikan Mbak Sapta untuk menjamu kami sungguh luar biasa melimpah. Diawali dengan kue-kue kering, kue pancong yang masih hangat, buah rambutan – yang mungkin habis dipetik dari pohon – dan dilanjutkan dengan brunch (breakfast and lunch) yang sedaaaap. Sate ayam, sup sayuran hangat, dan tempe mendoan yang masih hangat semuanya. Tentu saja, Hanif semakin senang kali ini. Apalagi ketika mendapati macaroni kesukaannya dalam sup sayuran. Waaah.. Hanif langsung makan dengan lahap!

tilik bayi

Kunjungan yang berlanjut ke santapan ini penuh dengan bahan obrolan yang seru. Bahkan mastermind memasak sempat pindah ke sini lho! Bukan apa-apa, entah bagaimana awalnya, obrolan bergulir ke tips dan trik membuat empek-empek a la Palembang yang seenak di tempat aslinya. Jadilah Mbak Nunuk menjadi narasumber dadakan mastermind memasak. Hihihihi. Bahkan kami sempat saling mencocokkan istilah “tepung kanji” yang ternyata berbeda-beda namanya di setiap daerah. Tanpa sadar, ternyata kami berasal dari daerah yang berbeda-beda pula. Mbak Sapta asli Lampung yang lama tinggal di Ciamis, Mbak Nunuk yang asli Lamongan, dan saya maupun Mbak Tri asli Salatiga. Tak perlu menyeberang pulau, bahkan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur pun istilah untuk “tepung kanji” sudah berbeda satu sama lain. Bhinneka Tunggal Ika banget deh!

Serunya saling berkunjung! Hanif pun ikut merasakan serunya lho. Terlepas dari sesi makan yang pasti disambut antusias, Hanif pun asyik memotret di sana-sini dengan hp ibunya. Ia memang sedang senang belajar memotret.

Alhamdulillah, salah satu manfaat terbesar yang saya dapatkan dengan selalu mengajak Hanif dalam setiap kegiatan saya adalah terbentuknya watak supel dan senang bergaul dengan siapapun pada seorang Hanif.  Ke mana lagi kita besok, Nak? ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s