30 Minutes English Session: Wednesday Passion

Berawal dari kehadiran doctor lulusan Monash University (Australia)–  yang kemudian kami kenal dengan nama Ibu Rasita Purba – menggantikan bu Septi yang berhalangan hadir di salah satu kuliah Institut Ibu Profesional Salatiga beberapa waktu lalu, terbetik ide spontan untuk membuat sesi English Class di setiap pertemuan Kuliah Rutin. Gayung bersambut, beliau pun dengan senang hati berbagi waktu memandu kami yang bahasa Inggrisnya grothal-grathul ini bercakap-cakap ringan dalam bahasa Inggris.

Sepakatlah, dibuka sesi English Class 30 menit sebelum kuliah rutin bersama Ibu Septi atau pemateri Bunda Sayang/ Bunda Cekatan. Alhamdulillah, teman-teman kelas pagi maupun sore sama-sama antusias menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan setia mengikuti sesi dari awal hingga selesai.

Bercakap-cakap kembali dalam bahasa Inggris merupakan tantangan tersendiri bagi para ibu yang mungkin terakhir kali melakukannya adalah ketika jaman kuliah dulu. Bahkan, jaman SMA mungkin. Jangankan ngecuwis dalam bahasa Inggris, tak sedikit dari kami yang mendadak bisu saat diminta memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris. Maklumlah, vocabulary bahasa Inggris kami terlipat dalam vocabulary bumbu dapur dan pernak-pernik tugas kenegaraan kami sebagai ibu rumah tangga.

Gambar

Tapiiiii… sekali lagi, NO PROBLEM! That’s an another CHALLENGE!

Syukurlah, Ibu Rasita dan putrinya – Mbak Kiki – sabar sekali mengelaborasi kemampuan berbahasa kami dengan memberikan umpan-umpan pertanyaan yang relative mudah kami pahami. Juga, kami beruntung memiliki Mbak Dewi sebagai peserta kuliah yang masih fasih ber-cas-cis-cus dalam bahasa Inggris sehingga sedikit banyak membantu kami mencari kosa kata yang lenyap dari memori. Mbak Dewi juga berbaik hati menyiapkan rangkuman rumus tenses yang dibagikan gratis kepada kami. Thanks a lot, Mbak Dewi!

Bahkan, sejak 27 Februari lalu, kelas pagi mendapat guru tambahan dalam English Class. Dia adalah Thomas Kursgents, pemuda 20 tahun asal Jerman yang singgah di Salatiga dalam masa pertukaran pelajar 4 bulan di Indonesia.  IWC, organisai internasional yang mengirim Thomas rupanya telah bekerja sama dengan STAIN Salatiga dimana STAIN juga telah bekerja sama dengan Panti Asuhan Muhammadiyah “Abu Hurairah” sehingga di sanalah Thomas tinggal selama di Salatiga.

Kesediaan Thomas mendampingi pembelajaran para ibu merupakan keberuntungan tersendiri. Meskipun masih terbatas pada kelas pagi – karena setiap sore Thomas mengajar bahasa Inggris dan Jerman untuk anak-anak Panti Asuhan – kehadiran Thomas turut membuka pemahaman para Ibu. Seperti yang kita ketahui, bahasa ibu warga Negara Jerman bukanlah bahasa Inggris. Jerman memiliki bahasa tersendiri yaitu bahasa Jerman, yang jelas berbeda dengan bahasa Inggris. Dari abjad yang dimiliki pun sudah terlihat berbeda bukan? Bagaimana Thomas belajar bahasa Inggris hingga sebagus sekarang merupakan motivasi tersendiri bagi kami.

“Saya belajar bahasa Inggris karena keadaan yang memaksa saya. Dan memang kita harus membenturkan diri kepada keterpaksaan jika ingin segera dapat menguasai sesuatu,” begitu Thomas berbagi tips suksesnya belajar bahasa Inggris  — dan juga bahasa Indonesia.

Thomas belajar bahasa-bahasa di luar bahasa Jerman secara otodidak.Membaca, mendengarkan kaset, download di internet, dan membenturkan diri kepada keterpaksaan dengan mempraktekkannya langsung. Jadi, jika Thomas saja bisa, mengapa kita tidak?

Gambar

PS: Mohon doanya agar foreigner untuk kelas sore Institut Ibu Profesional bisa segera hadir. Judulnya, masih dalam tahap konfirmasi. Semangaaat!

One thought on “30 Minutes English Session: Wednesday Passion

  1. Ping-balik: Nyicil Piknik ke Perancis | ..::menulislah::..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s