Harapan yang Tak Redup bersama Family Support Group

Everybody need somebody to love

Everybody need somebody to love

Everybody need somebody to love

Faith!

Faith!

Binar mata itu tk bisa menyembunyikan semangat yang menggelegak keluar bersama dengan lincah denting angklung, kolintang, drum, kendang, dan paduan suara hasil berlatih berhari-hari. Kata-kata dalam syair yang dipilih turut mengalirkan hawa perubahan ke seluruh pendengarnya. Kami ingin berubah. Kami mau berubah. Dan kami harus berubah.

***

Berawal dari sebuah undangan untuk ke Bogor yang saya terima dengan senang hati, sampailah saya pada lokasi yang (katanya) sedang sering dibahas di infotainment. Saya sendiri tidak tahu karena saya tidak pernah nonoton televisi. He. Tapi, katanya sih begitu.

Udara pegunungan yang jauh lebih dingin dari Salatiga pun seolah menyambut kedatangan kami – saya dan Hanif. Sekitar 2 jam (jika tidak macet) dari pusat kota Bogor, perjalanan kami menembus jalan yang bergelombang penuh lubang tak mengusik tidurnya Hanif dalam pangkuan saya.  Perjalanan kami masih disambung ojek mendaki sekitar sepuluh menit menuju lokasi.

Saat siang, matahari bersinar terik namun angin berhembus cukup kencang dan tanpa henti. Semribit, kata orang Jawa. Kondisi sekitar lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi tempo hari ini memang khas pegunungan, Gunung Salak.  Selamat datang di Unit Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Lido, Jawa Barat.

Gambar

Bertemu dan berbaur langsung dengan para orang tua atau kerabat para pasien penderita narkoba menyeret saya ke dalam hadirnya aura kesedihan mendalam di kalangan mereka. Apapun penyebabnya, saya merasakan kesedihan dalam setiap hadirin. Meskipun berbalut dandanan modis atapun tampilan sopan santun karena acara ini adalah acara resmi, kesedihan itu nyata. Dan terasa menggantung di udara.

Bagaimana tidak? Semua yang hadir di ruangan ini adalah keluarga dari korban pecandu narkoba ataupun mantan pecandu narkoba. Semua yang hadir pernah atau sedang diuji komitmennya sebagai orang tua atau keluarga pecandu narkoba. Sebulan sekali mereka berkumpul dan berbagi beban, pengalaman, semangat, dan ilmu satu sama lain di Auditorium Unit Terapi dan Rehabilitasi Narkoba ini sebelum dilanjutkan dengan acara melepas kangen dengan anak atau keluarganya yang sedang menjalani terapi di tempat tersebut. Itulah mengapa Family Support Group BNN dibentuk dan bergandengan tangan bersama keluarga para korban narkoba.

Gambar

Sebagaimana disampaikan oleh dr. Hari Nugroho, narasumber ahli Family Support Group yang saya hadiri kali ini, keluarga adalah benteng pertama sekaligus benteng terakhir dari penanganan narkoba sampai tuntas. Keluarga sebagai benteng pertama telah kita pahami bersama karena terkait dengan peran dan fungsi lembaga keluarga yang memang sangat penting dalam menanamkan  nilai-nilai fungsi pendidikan karakter bagi setiap anggota keluarga.

Namun, tentang keluarga sebagai benteng terakhir mungkin masih banyak yang belum memahami. Terlebih lagi bagi keluarga korban narkoba. Berhasil tidaknya program terapi dan rehabilitasi narkoba pada seorang pasien sangat tergatung dari dukungan keluarga dan komitmen keluarga. Ada kalanya, seorang pasien yang dinyatakan sudah bersih dapat kembali ke  jurang narkoba ketika keluarga tidak mempercayai komitmen si korban atau justru malah memberi label kepadanya. Pemberian pemahaman yang tepat kepada keluarga adalah salah satu misi penting yang diusung oleh Family Support Group BNN ini.

***

Kesempatan untuk meet and greet bersama berbagai komunitas pembelajar merupakan kesempatan yang sangat berharga dan selalu member tambahan sudut pandang bagi saya. Termasuk kesempatan menghadiri acara di BNN Lido ini. Tempat di mana saya semakin menyadari betapa pentingnya peran keluarga di jaman sekarang. Dan tempat di mana saya makin menyadari bahwa mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Semoga pertolongan Allah selalu menyertai langkah kita dalam mendidik anak-anak kita. Aamiin.

Gambar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s