Cara Pintar Selamatkan Hutan

Efek pertama dari 7to7 Dress Up Contest yang diadakan Institut Ibu Profesional bulan April ini adalah rutinitas saya “dipaksa” kembali ke rutinitas jaman kantoran. Sebelum jam 7 pagi, semua berkas dan agenda hari ini harus sudah siap beserta pernak perniknya. Plus ditambah sebelum Hanif bangun. Hehehe.

Look at the bright side always. Salah satunya adalah saya sempat membaca berita-berita di internet lebih lama. Sampai saya singgah di salah satu situs kehutanan yang digawangi oleh Wimar Witoelar.  SEJUTA hektar hutan di Jambi lenyap dalam 10 tahun. Saya tidak mampu beralih dari berita ini.

Angka itu demikian fantastis. Setidaknya untuk saya. Ditambah foto udara hutan JAmbi yang memang sudah berubah laksana lapangan coklat yang maha luas.

hutan-jambi

Saya langsung terbayang buku ensiklopedi flora fauna hutan yang menjadi kesukaan HAnif saat mengunjungi perpustakaan Salatiga. Gambar-gambar di sana begitu indah. Imajinasi dan aneka nasehat turun-temurun tentang hutan begitu agung.

Saya juga langsung teringat tentang Eliana-nya Tere Liye. Tentang heroisme Eli dan teman-temannya menolak eksploitasi hutan kampungnya. Foto hutan Jambi itu makin menyadarkan saya bahwa novel itu benar-benar berlandaskan keprihatinan mendalam atas hutan Indonesia. Its true.

Hfff… what should we do?

Banyak.

Banyak sekali, bahkan.

Bahkan, kita bisa mulai dari sekarang. Dengan langkah nyata. Kongrit, bukan metafora semata.

Saya teringat dengan popok kain Hanif. Popok kain modern yang dikenal dengan istilah clodi — cloth diaper. Bagi saya, ini adalah langkah nyata yang sangaaaat nyata bagi siapapun yang menyatakan sangat peduli dengan hutan. Dan bumi.

Bayi menggunakan popok adalah hal yang jamak. Namun, jika dicermati, yang menjadi idola orang “jaman sekarang” adalah yang serba praktis dan instan. Termasuk soal popok ini. Jadilah, teknologi popok sekali pakai temuan Marion Donovan dan teman-teman ini menjadi jawaban pintar kebutuhan tersebut.

Tapi, benarkah itu jawaban pintar?

Gambar

Sumber: di sini

Silakan dikalikan dengan harga dan berapa tahun si kecil akan memakai popok sekali pakai. Kita akan mendapatkan angka tentang sepintar apa kita mengelola anggaran belanja bulanan rumah tangga.

Lantas apa hubungannya dengan hutan? Mungkin ada yang akan bertanya demikian. Inilah jawabannya:

GambarSumber: di sini

Fyi, cellulose tissue adalah jaringan selulosa yang notabene hanya ada di tanaman, dalam hal ini pohon. Dan pohon dalam jumlah besar tentu saja bertempat di hutan. Lantas, jika per tahun seorang bayi menggunakan lebih dari 3000 buah popok, bagaimana dengan jutaan bayi di dunia? Bagaimana dengan penggunaan popok sekali pakai sampai dengan para bayi itu lulus toilet training?

Dan, bagaimana dengan jumlah pohon yang harus dipasok untuk industri popok sekali pakai?

Itulah mengapa, kecintaan saya kepada hutan, sungai, gunung, dan geliat kehidupan alami seperti gambaran ensiklopedi flora fauna itu membuat saya berpikir bahwa koleksi popok kain modern Hanif alias clodi menjadi lebih pintar menjawab kebutuhan popok jaman sekarang.

2 thoughts on “Cara Pintar Selamatkan Hutan

  1. jazakillah khairan mba niken. tulisan ini menyemangati untuk lebih istiqomah pake clodi. ni lagi peralihan dari diaper ke clodi. pelan2 biar ga kaget. kaget dengan cucian maksudnya hehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s