April Festival: Cerita di Balik Layar

April ini kami di Institut Ibu Profesional Salatiga membuat event “April Festival” yang terdiri dari empat event terpisah, yaitu Firld Trip, Saresehan, dan 2 buah lomba online. Latar belakang awalnya adalah untuk variasi agar kegiatan bulanan kami tidak hanya kuliah umum saja. Selama ini, kegiatan bulanan kami memang hanya kuliah umum dan terbaca indikasi kebosanan teman-teman menjadi panitia yang harus bertanggung jawab dan semuanya ingin menjadi peserta yang  tinggal duduk dan menuntut ilmu saja. Wew, belum bisa begitu yah..

Gambar

Jadilah, di awal kepengurusan baru, kami membuat kalender kegiatan setahun, dimana kuliah umum hanya diadakan dua bulan sekali dan di sela-selanya akan diselenggarakan Field Trip. Kami berpikir, sudah waktunya kami mengenal lebih dekat segala potensi Salatiga untuk dapat bersama-sama kami pelajari dalam suasana yang menyenangkan. Belajar dari pengalaman pengurus tahun sebelumnya, Field Trip adalah salah satu event yang cocok.

Tanggal 9 nanti insya Allah kami akan Field Trip ke salah satu home industry yoghurt yang namanya mulai dikenal di Salatiga. Kebetulan, keluarga kami sudah menjadi langganan sejak ia belum seterkenal sekarang. Rupanya, pengalaman sebagai pelanggan yang baik sedikit banyak memuluskan negosiasi yang kami lakukan dengan pemiliknya. Alhamdulillah.  Satu sisi beres dengan cepat.

Gambar

Sisi yang lain adalah menggalang massa. Dengan tarif 10 ribu rupiah per orang, field trip dalam kota ini sebenarnya relatif terjangkau. Terlebih dengan adanya fasilitas transport gratis bagi yang tidak punya kendaraan dan oleh-oleh yang akan didapat peserta berupa 1 cup yoghurt dengan rasa sesuai selera. Sangat terjangkau, bukan?

Namun, jumlah massa alias peserta ternyata belum berbanding lurus dengan semangat kami menghadirkan ilmu baru dalam kemasan field trip. Sampai dengan pekan terakhir pendaftaran, angka calon peserta belum beranjak di kisaran 10 peserta. Padahal kami mengadakannya dalam dua sesi, yaitu pagi dan sore, sebagai fasilitasi kesibukan teman-teman yang mungkin berhalangan jika mengikuti jadwalpagi seperti tahun sebelumnya. Padahal lagi, kami sudah mengumumkannya di setiap event pertemuan, colek-colek via Facebook dan tempel pengumuman.

Akhirnya, jurus terakhir yang kami lakukan adalah gerilya via sms. Kami kirim promosi lewat sms ke setiap nomor teman-teman yang ada di contact list hp. Saya sangat berterima kasih kepada ketua kelas kami, Mbak Tri dan Mbak Ria, serta sekretaris tercinta – Mbak Nunuk– yang mensukseskan gerilya bawah tanah ini. Dan memang berhasil. Angka peserta di hari penutupan pendaftaran melonjak menjadi 32 peserta. Alhamdulillah. Mari menyongsong tanggal mainnya dengan gembira!

Tantangan kedua dan ketiga adalah lomba online, yaitu lomba menulis resensi buku dan lomba memasak bersama keluarga. Mengapresiasi kesuksesan buku pertama Institut Ibu Profesional dan keinginan mengetahui respon pembaca luas terhadap buku yang menjadi best seller penerbit ini, maka kami membuat event ini. Lomba ini masih berlangsung sampai nanti tanggal 21 April insya Allah.

Gambar

Sisi seru lomba resensi ini sejauh ini adalah upaya mencari dewan juri yang paling pas. Akhirnya pilihan jatuh ke Mbak Dian (ketua Ibu Profesional 2012), Mbak Anandita Puspitasari (pemenang Microsoft Bloggership Award 2009), dan Mbak Wida (Ketua Forum Lingkar Pena Salatiga). Alhamdulillah semuanya antusias bergabung, terima kasih banyak. Jadi, kami tunggu karyanya yaa.. (Terima kasih juga buat Mbak Mita yang telaten melayani order buku).

Tentang lomba memasak, landasannya adalah keinginan kami memfasilitasi kedekatan anggota keluarga, terutama di akhir pekan. Dan memasak merupakan salah satu aktivitas yang paling mudah dan akrab dengan keseharian kita. Simple is beauty. Hehehe. Alhamdulillah, berhasil melobi para admin Dapur Aisyah, sebuah komunitas pecinta masak-memasak terbesar di jagat Facebook indonesia. Keren banget kan? Hehehe.. (baca: ditunggu cerita serunya paling lambat 21 April yaaa).

Gambar

Alhamdulillah sponsor untuk lomba online ini juga mengalir dan masih terbuka dengan sangat lebar bagi siapapun yang ingin bergabung sebagai sponsor. Proposal kerja sama sudah siap kok. Hehehe

Tantangan yang paling seru adalah saresehan. Saresehan ini akan diselenggarakan di Panti Asuhan, insya Allah tanggal 14 Maret 2013 nanti. Kami memilih panti asuhan karena kami ingin memberikan warna kepada adik-adik di panti. Spirit adventure. Terlebih tema yang kami ambil adalah “Kekuatan Cita-Cita” yang disampaikan insya Allah oleh pembicara keren, Ustadz M. Faudzil Adhim. Tantangannya sungguh luar biasa!

Gambar

Mendapatkan kontak beliau tidak semudah melobi pembicara-pembicara kami sebelumnya. Setelah terhubung pun, beliau menghendaki pertemuan langsung di Jogja. Hufff… there is NO problem, it just another CHALLENGE. Memompakan pikiran-pikiran itu di kepala dan mengiyakan tantangan itu. Alhamdulillah tak lama kemudian ada undangan seminar di Jogja yang bisa menjadi pulau untuk dilampaui. JAdilah sekali mendayung beberapa pulau terlampaui klop banget dengan situasi ini.

Tapi rupanya, tantangannya belum selesai. Jadwal sowan  yang kami tawarkan belum cocok dengan jadwal beliau dan agenda sowan itu batal karena beliau sedang ada di Makassar. Bersyukur sekali bahwa di sela-sela jadwal beliau yang padat itu, beliau masih berkenan meluangkan waktu dan menjawab sms kami.

Selesai?

Beluuuum!

Sehari sebelum acara kami nanti, Ustadz Faudzil Adhim ternyata mengisi acara di Majalengka – Jawa Barat. Dan karena itu, beliau menghendaki dijemput di Majalengka dan diantar sampai Jogja.

Wow, next challenge! Permintaan itu membutuhkan koordinasi tingkat tinggi untuk kami. Kendaraan mana yang dipakai, siapa yang mendampingi, jadwal keberangkatan, dan tentu saja: biaya perjalanan yang tidak sedikit untuk ukuran kantong komunitas kami. Rasanya pengen menangis! Inikah konsekuensi sebuah mimpi besar? Mimpi memberikan sedikit pencerahan dan pengalaman baru untuk anak-anak di panti asuhan? Huhuhuhu…

Bersyukur sekali suami saya adalah sosok yang sangat positif dan memasok energi positif untuk saya di sela aktivitasnya yang sebenarnya sudah sangat padat. Setelah sesi konsultasi (baca: curhat) yang panjang, setidaknya saya masih bertekad meneruskan event ini. Sudah kadung kepalang tanggung. Hehehe

Akhirnya, mau tak mau saya memutar otak dan membuka-buka daftar kontak yang sekiranya bisa saya ajak bergandengan tangan. Alhamdulillah, ada manajer kota LAZiS di daftar kontak saya. Alhamdulillah ada staf department marketing LAZiS di tetangga saya. Lobi-lobi lagi-lagi. Alhamdulillah happy ending.

Tinggal tantangan terakhir, tantangan yang paling klasik. Biaya. Sampai saat ini kami masih membuka pintu lebar-lebar bagi siapapun yang ingin beramal baik mewujudkan hadirnya pembicara keren ini di hadapan adik-adik panti asuhan. Semoga event ini merupakan salah satu sarana menyantuni anak yatim dari segi softskill mereka dan tentu saja siapapun yang terlibat di dalamnya mendapatkan keutamaan kebaikan menyantuni anak yatim. Aamiin.. mari kita berjuang mensukseskan event ini!

Semangaaat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s