Tips Toilet Training Bersama Papan Bintang: Seru!

Usia 30 bulan-nya Hanif saya catat sebagai usia lejitan untuk berbagai tonggak perkembangan Hanif, salah satunya kemandiriannya dalam bebas-popok.

Meskipun sejak usia 18 bulan ia sudah belajar pergi ke toilet untuk buang air kecil dan buang air besar, catatan saya menunjukkan kemampuannya yang masih labil. Jika mood-nya baik, maka ia akan tertib ke toilet saat kebelet. Tapi jika ia sedang ayik bermain atau saat tertidur lelap, Hanif seringkali memilih tetap dalam posisi nyamannya dan terjadilah “kecelakaan” yang menguji kesabaran ibunya.  Tak heran, sampai menjelang usia 30 bulan itu, Hanif masih sering mengenakan clodi-nya alias popok kainnya ke manapun ia pergi.

Sejak umur di bawah 1 tahun, orang tua saya sering meminta saya mulai mengajarkan toilet training ke Hanif. Caranya adalah dengan metode “tatur”. Bayi dipangku dan dipipiskan di kamar mandi. Saat saya mencobanya, yang ada adalah pipis Hanif justru mengarah ke muka saya. Haduh… >.< Ibunya belum lulus keterampilan dasar momong bayi nih. Toilet training sebelum 1 tahun? Segera saja terlupakan. Hehe

Dulu, saat Hanif berusia 24 bulan, saya membuatkan Hanif buku bintang untuk mensiasati kemandirian Hanif pergi ke toilet. Buku bergambar strawberry kesukaan Hanifpun, ia yang memilihnya sendiri. Sayangnya, Hanif saat itu belum memahami benar apa yang kami harapkan dengan bintang-bintang itu. Jadilah, pada usia tersebut, buku bintang Hanif tak lagi menarik untuk Hanif tak lama kemudian.

Gagasan reward and punishment sederhana untuk anak yang saya pelajari mendesak saya untuk segera mempraktekkannya kepada Hanif.  Konsep bintang sebagai reward sudah sangat bagus. Namun, saat diterapkan dalam buku bintang, ada sesuatu yang belu memberikan hasil yang tepat untuk Hanif. Hummm.. Saatnya memutar otak lebih keras nih.

Maka, sore itu, saya dan Hanif sepakat untuk membuat papan bintang. Kami akan memasang papan bintang itu di tembok samping pintu keluar kamar mandi Hanif dan ada mangkuk plastik penuh berisi bintang siap pakai plus lem di dekatnya.  Untuk target awal, saya menambahkan terget mandiri sendiri dan sikat gigi sendiri selain target utama pipis dan buang air besar di toilet.

Hanif senang sekali membuatnya. Ia yang memilih jenis bintang untuk bahan tempelan dengan memilih gambar di internet. Begitu juga gambar kloset, gambar anak sedang mandi, dan gambar sikat gigi. Ia senang sekali membuat proyek ini.

Gambar

Aturan mainnya sederhana saja:

  1. Jika Hanif bisa pipis/ buang air besar/ mandi/ sikat gigi sendiri, maka ia berhak mendapat 1 bintang.
  2. Jika Hanif bisa melakukan semuanya bersamaan, maka ia berhak mendapat 3 bintang.
  3. Jika Hanif mengompol, 1 bintang akan dicabut.
  4. Jika Hanif bisa konsisten selama 1 pekan tanpa clodi, maka ia mendapat 10 bintang dan mendapat hadiah tambahan.

Waaah.. Hanif semakin bersemangat dengan proyek papan bintangnya ini. Aktivitas ke kamar mandi menjadi lebih seru untuknya. Satu dua hari pertama, saya masih harus mengingatkan fungsi bintang saat Hanif pergi ke toilet. Selanjutnya, malah lebih sering Hanif yang menagih bintang ke ibunya. Sampai-sampai, tidak kebelet pipispun ia ada-adakan  agar bisa menempelkan 1 buah bintang di papan bintangnya.

Soal clodi? Langsung pensiun di hari ke-tujuh papan bintang terpasang. Sungguh luar biasa, maasyaa Allah! Soal clodi ini saya juga menyimpan rasa syukur yang luar bisa besar secara tersendiri. Insya Allah di tulisan selanjutnya akan saya ceritakan, teman-teman.

Mau tahu hadiah keren yang Hanif minta saat lulus bisa konsisten bebas clodi maupun pintar pipis di kamar mandi selama sepekan penuh?

komedi putar

Ya, anak-anak tetaplah anak-anak. Jika kita mengajarkan kesederhanaan, maka yang sederhana pulalah yang ia minta agar ia dapat bahagia. Komidi putar yang sering Hanif lihat di buku bergambarnya rupanya menjadi ambisi terbesarnya saat itu. Alhamdulillah di Salatiga ada pusat rekreasi keluarga yang buka setiap hari dan menyediakan komidi putar untuk dinaiki sepuasnya. Cukup dengan 6 ribu perak Hanif dan ibunya luar biasa bahagia. Alhamdulillah ^_^

5 thoughts on “Tips Toilet Training Bersama Papan Bintang: Seru!

  1. Ping-balik: Sukses Menyapih dengan Cinta: Bukan Menyapih Biasa (Bag. Akhir) | ..::menulislah::..

  2. wah, ide bagus mb..lagi puter otak anak belum mau pipis ke kamar mandi. btw, Hanif pas 2 tahun udah mau pipis di wc ga?soalnya kalo faris memang kayak sengaja ga mau ke wc gitu, padahal anaknya udah bisa nahan pipis lo..

    • Mohon maaf baru membalas, mb🙂

      Dari awal, kami menanamkan kalau pipis harus di kloset. Jadi sekalian ngajari penggunaan kloset, baik kloset duduk maupun kloset jongkok🙂

      Sekarang faris gimana, mb?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s