Kumpul Seru: Berkumpul Mendulang Ilmu

Beberapa kali inbox masuk ke saya berisi tentang pertanyaan tentang ide kegiatan untuk mengisi acara di komunitas. Kesempatan bergabung dengan komunitas kreatif di Salatiga membuat saya terbiasa dengan paparan kegiatan kreatif yang ternyata sadar tidak sadar menginspirasi saya. Jazakumullah khoiron.

Entah karena saya kerajinan cerita di medsos atau faktor yang lain, ujungnya adalah masuknya beberapa inbox yang bertanya tentang ide kegiatan maupun seluk beluk mengadakan kegiatan. Jadi, kali ini saya akan berbagi tentang  ide-ide kegiatan kelompok yang selama ini kami lakukan.

Seminar. Kegiatan ini lebih bersifat resmi dan in door, sehingga kadang membosankan untuk anak-anak. Skalanya juga biasanya besar dalam artian melibatkan banyak elemen untuk mengadakannya. Perlu modal networking yang serius sebagai modal utamanya. Alhamdulillah pernah mengadakan seminar parenting yang disambut antusias oleh para target peserta. Silakan mampir ke sini untuk ceritanya.

Saresehan. Merupakan versi santai dari seminar. Bisa lesehan sambil berbagi dan anak-anak klinteran di sekitar kita. Bisa dilakukan in door maupun out door. Komunitas ibu yang saya ikuti seringkali mengadakan acara model begini. ALhamdulillah beberapa sempat saya tuliskan di sini. Hehe

Kelas keterampilan alias workshop. Dilakukan dengan bersama-sama datang ke praktisi ilmu terapan tertentu (memasak, crafting, seni, dsb) dan praktek bareng di lokasi tersebut. Lebih ekonomis karena panitia biasanya hanya mengkoordinir transportasi, biaya bahan (jika ada) dan cindera mata untuk narasumber. Artinya, kerepotan menyiapkan alat-alat praktek bisa diminimalisir. Bisa diatur workshop untuk anak-anak atau untuk orang tua dengan memilih narasumber yang tepat. Contoh workshop yang pernah saya koordinir ada di sini dan di sini.

Play day. Main bareng. Panitia menyiapkan aneka alat permainan dan dilengkapi dengan petunjuk permainannya. Peserta tinggal datang dan main sepuasnya. Alhamdulillah kemarin sempat ikut Family Play Day seperti yang saya ceritakan di sini.

Mbolang bareng. Pergi bersama ke lokasi edutainment seperti museum, situs bersejarah,  dan lain-lainnya untuk belajar sepuasnya di lokasi.

Buanyak sekali ide yang bisa digali untuk membuat kegiatan bersama. Terlebih lagi, gugling atau bergabung ke komunitas kreatif akan membantu memberikan leih banyak ide untuk dapat menjadi inspirasi. Semoga bermanfaat yaa!

Clodi dan Noda Pup

Pengalaman saya di awal-awal menggunakan clodi dulu menunjukkan bahwa tantang ber-clodi lebih banyak di bagian cuci-mencuci. Bagian ini sangat menguji konsistensi saya untuk terus berclodi dan mengusung semangat ijo-ijo (baca: go green 😀 ). Dari obrolan dengan para pengguna awal clodi lain, rupanya saya tidak sendirian. Banyak yang patah arang soal cuci-mencuci ini, apalagi soal bekas pup, dan dengan terpaksa (semoga memang benar terpaksa ya, bukan justifikasi saja) kembali ke pospak alias popok sekali pakai.

Apakah soal mencuci clodi yang terkena pup memang seribet itu?

Sebenarnya tidak, ternyata. Tipsnya adalah langsung membilas pup begitu mengenai clodi. Setelah itu, sedapat  mungkin clodi langsung dicuci sebersih mungkin dan dijemur di terik matahari langsung. Sinar matahari in sya allah akan menyamarkan noda pup yang mungkin masih membekas meski sudah dicuci.

Ataaau, sekarang ternyata sudah ada inovasi yang sangat efektif bernama liner. Liner ini adalah secarik kain yang berbahan lembut (biasanya fleece) dan digunakan sebagai alas pup. Jadi, liner diletakkan di inner clodi sehingga ketika bayi pup, pup-nya ditampung oleh liner ini. Kita tinggal mengangkat linernya dan inner maupun insert clodi tetap bersih — kecuali pupnya luber ketika luar biasa buanyak. Mencuci liner jauh lebih mudah dibanding mencuci clodi. Dan kabar baiknya, liner ini tentu saja cepat kering karena hanya berupa selembar kain kecil seukuran insert.

liner

Yuk, terus semangat berclodi! Jika kita mau, pasti ada jalan menaklukkan tantangan berclodi. In sya Allah ^_^

Family Play Day: Cara Baru Bersantai

Alhamdulillah tanggal 14 September 2014 jadi juga ikut Family Play Day yang dibidani Fieldtrip Krucil Salatiga-nya Institut Ibu Profesional Salatiga. Family Play Day (FPD) ini merupakan acara main sepuasnya (dan makan sepuasnya juga lho! 😀 ) antara anak dengan orang tuanya atau sesama anak peserta atau sesama orang tua peserta. Pokoknya mainnnn!

Permainan yang diusung dalam FPD kali ini mengangkat tema permainan tradisional (dan makanan tradisional). Ada permainan gobak sodor, dakon, bola bekel, seprengan, setinan, pancing ikan, gasing, ular tangga, dan halma. Soal makanan, ada kacang rebus, singkong rebus, mendut, kue ku, grontol, manisan kolang-kaling, dan lotisan. Ada juga makanan “modern” juag sih seperti risoles, arumpis, dan kroket karena banyak yang nyumbang makanan. Saking tradisionalnya, panitia juga dikasih caping! Keren, keren, kereenn…! Tapi pada prinsipnya, FPD ini merupakan mesin waktu yang melempar para orang tua ke jaman mereka (dan saya) anak-anak dulu. Semua jadi anak-anak 😀

Baca lebih lanjut

Setahun Lewat

Wew, ternyata saya hampir setahun tidak memperbarui isi blog ini. Ke mana aja, buuu? T.T
***

Oktober – November 2013 lalu ternyata saya kembali diberi amanah untuk  membidani buku. Masih dari komunitas Institut Ibu Profesional, kali ini saya membantu teman-teman mewujudkan buku “Bunda Sayang: 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak”. Kumpulan materi kuliah dan juga pengalaman para bunda yang berjuang menerapkan ilmu yang didadpat di kuliah rutin Institut Ibu Profesional. Cerita tentang dapur buku tersebut saya bagikan di sini.

November 2013 lalu saya dan teman-teman juga mulai merintis usaha penitipan anak berbasis ilmu dari ibu profesional dengan bekerja sama dengan takmir masjid margosari. Sebagai rintisan, kami buka sepekan sekali sebagai  jembatan para ibu yang ingin mengikuti kuliah rutin pagi Institut Ibu Profesional. Alhamdulillah, langsung saja kami mendapat customer rutin tiap pekan termasuk Hanif sendiri. Hehe.

Bulan tersebut juga ternyata merupakan awal saya hamil anak kedua alhamdulillah 🙂

Baca lebih lanjut