Family Play Day: Cara Baru Bersantai

Alhamdulillah tanggal 14 September 2014 jadi juga ikut Family Play Day yang dibidani Fieldtrip Krucil Salatiga-nya Institut Ibu Profesional Salatiga. Family Play Day (FPD) ini merupakan acara main sepuasnya (dan makan sepuasnya juga lho!😀 ) antara anak dengan orang tuanya atau sesama anak peserta atau sesama orang tua peserta. Pokoknya mainnnn!

Permainan yang diusung dalam FPD kali ini mengangkat tema permainan tradisional (dan makanan tradisional). Ada permainan gobak sodor, dakon, bola bekel, seprengan, setinan, pancing ikan, gasing, ular tangga, dan halma. Soal makanan, ada kacang rebus, singkong rebus, mendut, kue ku, grontol, manisan kolang-kaling, dan lotisan. Ada juga makanan “modern” juag sih seperti risoles, arumpis, dan kroket karena banyak yang nyumbang makanan. Saking tradisionalnya, panitia juga dikasih caping! Keren, keren, kereenn…! Tapi pada prinsipnya, FPD ini merupakan mesin waktu yang melempar para orang tua ke jaman mereka (dan saya) anak-anak dulu. Semua jadi anak-anak😀

Peserta — karena ini FPD, maka peserta adalah keluarga — datang disambut petugas penerima tamu dan mengisi daftar hadir. Langsung masuk? Eitttt, tentu tidak.. Peserta diminta mempertunjukkan yel-yel keluarga untuk bisa ditukar dengan segepok tiket masuk setiap wahana yang ada di arena FPD. Waduh! Saya nggak tahu ada beginian. Sepertinya saya kelewatan info nih. So?

Rapat darurat dengan Hanif untuk memilih yel-yel dari sekian banyak koleksi yel-yel kami. Akhirnya kami memilih yel-yel lari paginya. Hehe

Lari-lari, tiap pagi. Agar kuat, urat kaki! (2x)

Singkat dan  mudah diingat. Wis, ndak papa, ndak papa. Yang penting segepok tiket .masuk ada di tangan. Dan Hanif pun meluncur memasuki arena bebas gadget itu. Hehe

Setiap wahana permainan dilengkapi dengan plang nama permainan dan petunjuk permainan plus kaleng tempat meletakkan tiket masuk. Jadi, tiap bermain di wahana itu, kita wajib memasukkan 1 tiket untuk durasi sesukanya. Hehe. Untuk anak-anak, prosesi memasukkan tiket ke kalengnya ini merupakan keasyikan tersendiri lho. Plung!

fam play

Menjelang tengah hari, para peserta dipersilakan memasuki area potluck yang sudah terhidang aneka cemilan tradisional (dan modern juga) dalam tampah-tampah dsan piring-piring biting beralas daun pisang. Lesehan tentu saja, bersama-sama menikmati semua hidangan yang — kalau nggak malu — mau diambili semua sampai puas.

Seru  banget kaaaan?

FPD seperti ini dapat dipastikan membuat anak balita ke atas sulit diajak pulang. Hee… pengalaman pribadi dengan Hanif begitu sih. Cuaca yang cerah, tempat yang kondusif,  sekaligus aneka permainan (dan makanan) yang menggoda membuat siapapun betah berlama-lama di FPD. Suksesssss banget FPD kali ini. Two thumbs up!

2 thoughts on “Family Play Day: Cara Baru Bersantai

  1. Ini seru banget ken, pengen banget ikutan kalau diadain IIP chapter Jakarta, tanpa gadget, bebas main dan makan sepuasnya :))

    Semoga ada kesempatan juga mampir traveling sama anak-anak ke Salatiga, ngajak Kakak ke perpus yang sempat disinggung di blogmu, jalan-jalan di sawah atau keliling Salatiga…amiiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s