Buku Anak Pilihan: Matahari

Benda langit selalu menjadi obyek rasa ingin tahu yang besar untuk anak-anak. Mereka akan melihat dengan mata berbinar penuh rasa ketakjuban dan jika terkondisikan dengan baik, meraka akan memberondong kita — orang tuanya — dengan pertanyaan yang tak ada habisnya.

Anak saya begitu maasya allah.

Menggeser rasa penasarannya ke buku adalah salah satu jurus untuk membantunya mencari jawaban atas berbagai pertanyaan yang muncul. Termasuk soal benda langit. Matahari, salah satunya.

Menemukan buku ini untuk menjawab pertanyaannya atau sekadar menjadikan buku pengantar tidur merupakan kebahagiaan tersendiri. Buku ini lebih cocok untuk anak usia sekolah dasar sebenarnya. Jikapun dibacakan ke anak usia PAUD maka orang tua atau pendamping diharapkan peran aktifnya menjelaskan berbagai ilustrasi menarik dalam  buku ini. Bagi anak usia PAUD, ilustrasi buku ini memang memancing rasa ingin tahu dan berbagai pertanyaan seputar matahari.

Hal yang menjadi catatan saya, halaman awal buku ini menceritakan tentang mitos matahari dalam berbagai budaya. Mempertimbangkan bahwa anak usia PAUD adalah masa emas untuk menancapkan aqidah yang lurus, maka halaman ini hanya saya bacakan judulnya saja. Lalu bergeser ke halaman berikutnya. Alhamdulillah sejauh ini si sulung lebih tertarik mendengar ibunya membacakan halaman-halaman selanjutnya.

mata

Disajikan full color dengan kertas art paper 100, buku ini dilengkapi beberapa percobaan menarik dan sederhana terkait matahari. Kata-kata sulit juga diberikan penjelasan khusus di halaman akhir buku.

Judul: Menjelajah Ruang Angkasa: Matahari
Penulis: Paulette Bourgeois
Penerbit: PT. Elex Media Komputindo (2002)
Jumlah halaman: 33
Tema: Alam Semesta (Semester II)
Sentra: Sains

#ODOPfor99days
#day10

 

Iklan

Buku Anak Muslim Rekomendasi: Doa Doa Pilihan

Jika anak Adam itu meninggal dunia, terputuslah seluruh amal, kecuali tiga perkara… anak shalih yang mendoakannya. (H.R. Muslim)

Bertemu buku ini sungguh berasa seperti menemukan oase sejuk di gurun pasir. Bagaimana tidak? Di tengah gempuran kemudahan informasi, kadang informasi itu sendiri menjadi simpang siur. Tak jelas mana sumber sesungguhnya, mana yang hasil rekayasa.

Ranah doa dan ibadah pun tak luput dari gempuran kesimpangsiuran itu. Maka sungguh beruntung kita yang mencoba berpegang teguh pada warisan Rasulullah, yaitu Quran dan hadits sesuai pemahaman para generasi terbaik umat ini. Dan buku ini mencoba menghadirkan sekeping kecil warisan Rasulullah, berupa doa sehari-hari yang bersumber pada Quran dan hadits shahih.

Paling sederhana adalah doa sebelum makan. Rasulullah mencontohkan dengan membaca “Bismillah“. Sudah gitu aja.

Iya, beneran cuma gitu aja. Agak panjang lafalnya ketika kita lupa berdoa di sebelum makan dan teringat di tengah kita makan.

Doa-Doa-Pilihan.gif

Selain doa-doa yang shahih, doa-doa tersebut juga dilengkapi dengan poin-poin adab yang mengikuti doa tersebut. Disampaikan dengan bahasa sederhana dan huruf yang ramah anak. Juga kertas art paper 150 yang full color dengan ilustrasi yang tidak menyerupai makhluk hidup.

Judul: Doa Doa Pilihan: Doa dan Adab Bersumber dari al Quran dan Hadits Shahih
Penulis: Nizar Sa’ad Jabal
Penerbit: Qids: Perisai Quran Kids (2011)
Jumlah halaman: 47
Tema: Diniyah (sepanjang semester)
Sentra: fleksibel

#ODOPfor99days
#day9

 

 

Buku Anak Pilihan: Presiden

“Ibu, itu ada mobil BNPB!” ada yang berseru lantang.

“Mana, mana?”

“Ituuu… ayo kita dekati Buu!” berbinar sekali matanya, seakan mendapatkan rejeki nomplok di siang bolong.

***

Si sulung suka sekali dengan BNPB. Entah karena saat pertama mendengarnya adalah pas jaman Indonesia banyak ujian dan BNPB sering masuk berita, atau… karena sesi mendongeng bersama buku ini.

Yuk,kita temui Pak Arya, sang presiden! Kita lihat aktivitasnya sehari-hari saat berada di Istana Negara. Kita perhatikan pula saat ia menerima tamu kenegaraan.

Presiden adalah salah satu judul dalam seri mengenal profesi yang ada dalam koleksi anak-anak. Buku ini menjabarkan apa itu presiden, tugas-tugasnya, dan potret sederhana aktivitas presiden dalam bahasa kanak-kanak. Ada beberapa istilah kenegaraan yang digunakan dan dijelaskan dalam glosarium di akhir buku.

Bercerita tentang Pak Arya yang menjadi presiden Republik Indonesia (jangan tanya presiden ke berapa yak..), bagaimana ia bisa menjadi presiden, di mana ia tinggal, tugasnya, dan sekeping episode aktivitas Pak Arya dalam sehari. Di sinilah BNPB muncul dalam cerita.

presiden

Kertas full color art paper 150 dengan huruf ramah anak serta pilihan kata yang mudah dipahami, menjadikan buku ini menjadi pilihan kami saat ia terpajang dalam Bazaar Buku Perpusda Salatiga. Penulis buku ini dikenal sebagai penulis cerita anak-anak yang produktif sejak 2003.

Judul: Seri Mengenal Profesi: Presiden
Penulis: Rae Sita Patappa
Penerbit: Tiga Ananda (2014)
Jumlah halaman: 24
Tema: Profesi (Semester II)
Sentra: Peran

#ODOPfor99days
#day8

Sains di Sekitarmu : Belajar Sains di Dapur

Jaman saya kecil dulu, kata sains memberi makna elit, rumit, dan keren luar biasa. Yang terbayang juga segara rupa alat percobaan di laboratorium. Tabung reaksi, mikroskop, palet-palet sampel, warna-warni cairan reagen, dan macam-macam begitulah.

Jaman anak saya kecil, saya bersyukur karena banyak buku anak-anak bermuatan sains yang sebenarnya sangat sederhana. Yang bahannya ada di sekitar kita. Yang alatnya juga ada di sekitar kita. Dan kita siap membuat macam-macam begitulah.

Lakukan kegiatan menyenangkan di dapur, seperti bereksperimen dengan buah lemon dan kismis, membuat penyaring air dan percobaan lainnya!

Menemukan buku dengan sinopsis semacam itu selalu menarik mata. Siapa sangka bahwa kecap bisa menyulap koin lama yang bulukan menjadi kinclong seperti digosok Bras*o (merk pengilap logam yang terkenal itu)? Bagaimana bisa?

Atau tahukah kita bahwa membuat Maringue adalah salah satu percobaan sains tentang SEL yang sangaaat luar biasa? Iya,maringue.. tahu kaan apa itu maringue? Atau ada juga yang menyembutnya Schumpie. Makin penasaran bukan?

Ada sepuluh percobaan yang hampir tak terpikirkan ada di buku ini. Dilengkapi dengan daftar istilah yang bisa jadi masih sulit dipahami anak-anak juga di bagian belakang buku ini.

Oiya, buku ini menyajikan berbagai percobaan dengan gaya inteaktif. Ada pertanyaan-pertanyaan kuis tebak cepat yang menguji ke-ilmuwan-an kita. Eh anak kita. Belum lagi ilustrasinya yang full berwarna di kertas art paper 150. Seru bangetlah buku ini.

sains

Omong-omong, menjadi ilmuwan itu mirip dengan menjadi penulis. Setidaknya, saat membaca pengantar buku ini di halaman awal.

Sediakan buku catatan kecil agar kami bisa mencatat atau menggambar hal-hal yang terjadi. Ini membuatmu seperti ilmuwan sungguhan. Kamu juga bisa memperbaiki percobaanmu.

 

Judul: Sains di Sekitarmu : Belajar Sains di Dapur
Penulis: Susan Martineau
Penerbit: CIF (2013)
Jumlah halaman: 24
Tema: Lingkunganku (Semester I)
Sentra: Sains

‪#‎ODOPfor99days‬
#day7

Genre, Sebuah Pencarian

Novel ternyata bukan genre yang saya enjoy menuliskannya. Meskipun berangkat dari suatu peristiwa yang berkesan, tuturan novel rupanya masih membuat kening berkerut. Analisa saya, rasanya lebih karena penyelaman yang kurang hening kepada para karakter yang tercipta. Hasilnya… kaku.

Mengikuti tantangan menulis rutin setiap hari di grup ODOP for 99 days membuat saya belajar mengenali diri lebih jauh. Sama-sama menulis, namun diferensiasinya memang banyak. Dari soal genre, tema, sampai teknis. Tapi sekali lagi, rumus dasarnya rupanya masih sama. Semakin banyak mencoba hal baru, maka pemaknaan yang timbul akan semakin dalam. Soal genre tadi, salah satunya.

Karenanya, maafkanlah saya yang akan menamatkan episode penduduk ketinggian bab 1, bab 2,dan pengantar bagian 1 yang saya publish di blog ini. Sudah tamat sajalah. Bukan genre saya. Setidaknya untuk saat ini. Entah nanti jika ternyata pertapaan saya mengantar jiwa menulis yang lebih novelis. Haha

**
Tenang, saya tidak berhenti dari tantangan menulis itu kok. Hanya ganti persneling saja. Tunggu saja ceritanya 😀

#ODOP for 99 days
#Day4

Jie

Banyak orang menjalani hidup tanpa arti. Mereka seperti setengah tidur, bahkan saat mereka sibuk melakukan hal-hal yang mereka pikir penting — sangat penting. Ini terjadi karena mereka menggenggam hal yang keliru.

Jalan untuk mendapatkan pemaknaan hidup adalah mencurahkan diri untuk mencintai sesama, mengabdikan diri kepada komunitas di sekitarmu, dan mencurahkan diri untuk menciptakan sesuatu yang membuatmu memiliki tujuan dan makna diri.

-Mitch Alborn, Selasa bersama Morrie

‪#‎ODOPfor99days‬
#day3

Merbabu

…kebakaran yang terjadi di atas Desa Ngagrong, Kecamatan Ampel, dengan posisi titik api di ketinggian 2000 sampai 2.500 meter dari permukaan laut tersebut diperkirakan meluas dari 20 menjadi sekira 60 hektar pada Selasa, (29/9/2015) siang…

… Bukannya padam, api saat itu justru membesar hingga mencapai 12 titik api dengan panjang wilayah yang terbakar sekitar 20 kilometer…

Perlahan tapi pasti, berita-berita serupa mulai muncul di beranda Facebook dan diskusi di grup yang Jie ikuti. Menyelip di antara berita kebakaran hutan di pulau seberang yang sukses mengekspor asap ke negeri tetangga.

Jie melayangkan pandangannya jauh ke cakrawala. Gunung itu masih segagah dulu. Tinggi menjulang membentengi kota kecilnya. Dan ternyata benar, kepulan asap putih laksana awan membumbung di sisinya. Berita-berita itu ternyata benar.

Gunung itu memanggil Jie.

Tolong aku..

Merbabu terbakar.

***

Grup Whatsapp komunitas parenting kota Jie hari ini lebih ramai. Ada open recruitment relawan peduli Merbabu.

Tolong aku…

Suara itu kembali mengiang, membuat debaran adrenalin. Mendorong jemari Jie mengirimkan sebuah pesan singkat ke Roo, suaminya. Sepersekian detik pesan itu melesat ke jaringan mekanisme rumit skala satelit melintasi ruang bahkan sebelum mata selesai mengejap. Sent.

Lima menit kemudian, jawaban Roo masuk.

Boleh.

Dan sekali lagi,adrenalin itu melipatkan energi Jie untuk segera bergerak. Merapatkan pasukan, menyusun strategi, dan mulai berkolaborasi.

Tunggu kami ya..

peka fix

—-
#OneDayOnePostfor99Days
‪#‎ODOPfor99days
#Day2

 

 

1447 d.p.l.

“Bu, apa bisa dilakukan riset ke desa kami ini?”

Sontak mata kami melebar serempak. “Riseet?!”

“Iya, Bu,” lantang lelaki gondrong berkumis lebat itu menegaskan maksudnya.

“Maksudnya bagaimana, Pak?” terdengar nada Mbak Her memastikan apa yang terdengar oleh kami.

“Jadi begini, Bu..” lelaki itu mendapat angin untuk mulai bertutur. “Di desa kami ini, tidak sekali dua kali orang yang mau meninggal itu kakinya bengkak.

Bodoh-bodoh begini, saya ya mengamati to, Bu. Kok si itu kemarin kaki bengkak, terus meninggal. Besoknya, si anu kaki bengkak, terus meninggal. Begituuu terus, Bu.

Ya memang, namanya mati hidup itu sudah takdir ya, Bu. Tapi kok ya sama semua to cara meninggalnya.”

“Maksud saya, ” cepat-cepat ia menambahkan sambil tersenyum kikuk, “ada apa ya bu dengan orang di desa kami ini.. bisa ndak to diteliti? Diriset…”

***
Ha. Engkau tentulah tak tahu mengapa episode ini begitu istimewa untukku. Jika engkau tahu, tentulah engkau tak bertanya dalam hati, mengapalah remeh temeh begitu diceritakan kepada seluruh dunia?

Engkau tak membatin begitu? Haha. Syukurlah kalau aku salah. Semoga engkau memang tak bertanya-tanya betulan.

Ah, kau jadi lebih ingin tahu ya?

Baiklah, baiklah.. akan kuceritakan istimewanya episode ini. Duduklah yang tenang dan teruslah membaca. Tapi ijinkanlah aku bertanya dulu kepadamu. Satu hal saja.

Engkau pernah berjumpa dengan penduduk ketinggian? Yang tinggal di ratusan bahkan ribuan kilometer dari atas permukaan laut?

Belum?

Ah, jika belum seperti jawabmu itu, pastilah engkau bertanya-tanya terus tentang istimewanya episode ini. Tak bisa tidak. Dan sekarang, engkaupun mulai paham bukan, apa yang kumaksud?

**

Adalah ia, si lelaki berkumis lebat berambut gondrong itu, salah satu penduduk ketinggian itu. Seribu empat ratus sekian dari permukaan laut yang selalu akrab dengan udara berkabut. Dusun sederhana yang dikelilingi kebun sayuran dan hutan pinus berhektar-hektar.  Jauh dari hiruk pikuk kota, namun menyimpan gegar budaya yang mengintai diam-diam.

merbabu blog.png

Dan pagi itu, episode riset muncul di sela sesi bincang santai bersama warga ketinggian itu. Tidakkah itu istimewa menurutmu? R-i-s-e-t lho, bukan sekadar kenapa begini kenapa begitu. Berapa banyak penduduk ketinggian yang karib dengan kata itu? Riset.

—-

#ODOPfor99days

#day1