Genre, Sebuah Pencarian

Novel ternyata bukan genre yang saya enjoy menuliskannya. Meskipun berangkat dari suatu peristiwa yang berkesan, tuturan novel rupanya masih membuat kening berkerut. Analisa saya, rasanya lebih karena penyelaman yang kurang hening kepada para karakter yang tercipta. Hasilnya… kaku.

Mengikuti tantangan menulis rutin setiap hari di grup ODOP for 99 days membuat saya belajar mengenali diri lebih jauh. Sama-sama menulis, namun diferensiasinya memang banyak. Dari soal genre, tema, sampai teknis. Tapi sekali lagi, rumus dasarnya rupanya masih sama. Semakin banyak mencoba hal baru, maka pemaknaan yang timbul akan semakin dalam. Soal genre tadi, salah satunya.

Karenanya, maafkanlah saya yang akan menamatkan episode penduduk ketinggian bab 1, bab 2,dan pengantar bagian 1 yang saya publish di blog ini. Sudah tamat sajalah. Bukan genre saya. Setidaknya untuk saat ini. Entah nanti jika ternyata pertapaan saya mengantar jiwa menulis yang lebih novelis. Haha

**
Tenang, saya tidak berhenti dari tantangan menulis itu kok. Hanya ganti persneling saja. Tunggu saja ceritanya😀

#ODOP for 99 days
#Day4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s