Ibu Insinyur

Customer dapur bu niken yg satu ini memang spesial. Di usianya yg hampir 19 bulan, kami masih berjuang mencari sesuatu yg bisa mengenyangkan perutnya setiap hari.

Bubur saring? Bweeeh…

Bubur instan? Brrrrr…

Finger food? Cip.. cip.. cip.. bweeeh…

Ohlalaaa…

###

Di usianya yang setahun lewat, sempat berkenalan dengan biskuit mpasi depkes. Si ibu malah baru tahu ada makanan begituan. Dibagikan di posyandu, katanya.

Tante Sindu Atmalia pertama kali mengenalkan gara2 jatahnya tak termakan. Alhamdulillah suka.. mulailah berburu biskuit itu. Mbak Nisa Bunda Kaana berbaik hati berbagi biskuit yg sama.

Stok tak berusia lama. Mencoba memberanikan diri ke puskesmas dan minta, demi kelanjutan makan si bungsu yg dicinta.

“Wah, nama anak ibu tidak terdaftar. Mengajukan dulu ya ke posyandunya”

Ohlalaa.. baiklah, baiklah.. aturan tetap aturan. Front liner hanya menjalankan mandat.

Datanglah ke posyandu.

“Yang diajukan adl yang dari keluarga kurang mampu, bu”

Ohlalaaaaaa…

***

Sepulang dari liburan akhir semester lalu, alhamdulillah semangat “makan”nya mulai tumbuh. Namun, masih blm nendang utk anak seusianya.. gali lagi. Nge-lab lagi..

Nemu resep eyang prof di buku imunisasi si sulung. Bismillah..

Melihat si bungsu ini mangap mangap minta lagi dan lagi ituuu… rasanya lebih luar biasa dibanding pemberitahuan dapat gaji ke-13 T.T

***

“Kalau di perusahaanku dulu, ada namanya supply dasar yg harus terpenuhi. Ini.. yang tak arsir. Biasanya kami pakai pembangkit yang beroperasi non stop. Yg paling murah ya PLTA.

1

“Setelah supply dasar aman, baru kami gunakan sumber energi yg fluktuatif krn kita ga bisa menyamaratakan pemakaian tiap rumah tangga. Sejauh ini yg digunakan adl bahan bakar fosil.

“Nah, kaitannya sama si bungsumu itu.. amankanlah supply dasarnya. Kl sdh ketemu, ya pagi siang sore gunakan terus. Di sela2nya, kenalkan jenis makanan lain. Jd tumbuh kembang dasarnya sudah aman.”

Hmm.. masuk akal. Obrolan meja makan selalu seru dan lamaaaa, jauh lebih lama dari makannya itu sendiri.

“Eh tapi ada satu hal yg ga bisa disamakan dong, gpa..

“Faktor bosan di supply dasar itu ga muncul di pembangkit. Mau dikasih air terus ya dia teruuus muter bikin listrik.

“Lha kalau bayi dikasih makan ituuuuu terus kan suatu saat sampai di titik enegnya.

Gpa tertawa. “Ya tugas ibunya bikin supply dasar yang ga cuma itu2 aja.”

Skak mat.

#ODOPfor99days
#day13

2 thoughts on “Ibu Insinyur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s