Nice Home Work #2

Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah.
Bahwa hidup harus dimengerti, pengertian yang benar.
Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus
~Tere Liye, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Mereka dipertemukan dalam indahnya dunia tulisan dan kemiripan. Saat mereka dipersatukan, mereka berkata serasa berjumpa karib lama yang pulang dari perjalanan. Dan saling meninggalkan tulisan adalah salah satu keriangan yang selalu menjadi pilihan.

Mereka saling jatuh hati semakin hari. Pasang surut perjalanan mereka maknai dengan kalapangan hati. Bahwa perjalanan ini bukan sekadar suka hati, namun juga soal penerimaan diri. Itulah mengapa, kejutan surat cinta menjadi sebuah bumbu wajib tersendiri. Karena ia selalu membesarkan hati, menguatkan diri, dan mendekatkan emosi.

Beratus kali kejutan itu diberi, beratus kali pula mata menjadi berseri. Sesekali sanjungan sepenuh hati tertimpal sipuan ah sudahlah jangan merayu begini. Tapi mereka sungguh selalu menikmati momentum semacam ini. Berkali-kali, ia yang menyemarakkan hari. Semoga mereka selalu diberkahi.

***

Bunda, setelah semalam kita belajar tentang “membangun peradaban dari dalam rumah” maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki “alasan kuat” bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.

Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan kekuatan potensi dari mereka, siasati kelemahan masing2.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? kearifan lokal apa yg anda lihat? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

e. Setelah menjawab pertanyaan a-d, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya “peran spesifik keluarga” anda di muka bumi ini.

Pertanyaan pertama mengingatkan saya pada sebuah nasehat : apakah suami mengijinkan responnya disampaikan ke khalayak?

Pertanyaan:
Sudah umum pada sebagian wanita, menyebarkan cerita-cerita rumah tangga dan kehidupan mereka dengan para suami mereka, kepada para kerabat dan teman-teman mereka. Sebagian dari cerita tersebut merupakan rahasia rumah tangga yang suami tidak ingin ada seorang pun mengetahuinya. Bagaimanakah hukum untuk para wantia yang menyebarkan rahasia-rahasia tersebut dan mengeluarkan rahasia dari rumahnya, atau hanya memberitahukannya kepada beberapa individiu di rumah tersebut?

Jawaban:
Sesungguhnya yang dilakukan beberapa wanita dengan memberitahukan cerita-cerita rumah tangga dan kehidupan suami-istri kepada para kerabat atau sahabat, adalah sesuatu yang haram. Tidak halal bagi seorang perempuan untuk menyebarkan rahasia rumah tangganya atau kondisinya bersama suaminya kepada seorang pun. Allah Subhanahu wa Ta’alabefirman,

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللهُ

Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (An-Nisa: 34)

Seburuk-buruk kedudukan manusia di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang mengumpuli istrinya dan istrinya pun mengumpulinya, kemudian dia menyebarkan rahasia istrinya.” (Diriwayatkan oleh Muslim)

Dijawab oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Usaimin, Fatawa Islamiyyah.

Sumber: Setiap Problem Suami-Istri Ada Solusinya, Solusi atas 500 Problem Istri dan 300 Problem Suami oleh Sekelompok Ulama: Syaikhul Islam Ibn Taimiyah, Syaikh bin Baz, Syaikh Muhammad bin Ibrahim, Syaikh Abdullah bin Utsaimin, Syaikh Abdullah bin Jibrin dll, Mitra Pustaka, 2008.

Sumber copas: di sini

Pertanyaan pertama. Done. Saya sudah melihat respon suami.

Pertanyaan kedua.
Hanif (5,5, tahun) sepengamatan saya diberi amanah kelebihan:
1. Word smart: mudah berkata-kata dan mengolah kata
2. Hafalan cepat
3. Suka buku dan membaca
4. Memiliki kemandirian dasar yang baik

Hal-hal yang menjadi amanah orang tuanya untuk mensiasati adalah:
1. Kecerdasan finansial
– Kami mensiasatinya dengan memberikan batas maksimal pengeluarannya per hari. Hal ini untuk meredam keinginannya untuk ikut tren membeli snack berhadiah tertentu yang membuat anak-anak hobi menyambangi warung di dekat rumah.
– Kami juga membuat tabungan khusus untuk permintaan yang secara nominal termasuk besar.
– Kami melibatkan Hanif dalam mengetahui dana keluarga yang kami letakkan di dompet.

2. Kemampuan bekerja sama
– Terkadang, kemampuannya bekerja sama sangat moody. Kesabaran kami sepertinya masih harus digembleng agar ia makin matang dalam hal ini.

Hisyam (22 bulan) sepengamatan kami diberi amanah kelebihan:
1. Teliti dan runtut
2. Berkemauan keras

Hal-hal yang menjadi amanah orang tuanya untuk mensiasati adalah:
1. Kadar rasa aman dan nyaman Hisyam
– Mengenalkan dengan sebanyak mungkin orang, mengajaknya dalam sebanyak mungkin suasana, dan menguatkan komunikasinya.
2. Keragaman asupan makanan sehari-hari untuk meningkatkan berat badannya
– riset, riset, dan riset.

Pertanyaan ketiga. Saya sangat paham potensi saya alhamdulillah. Dan saya sangat paham kenapa takaran yang saya terima adalah sekian insya allah. Saya menggunakan metode Abah Rama untuk mengenali lebih dalam tentang diri saya. ALhamdulillah sedikit banyak memang membantu. Bisa dilihat ulasannya di sini.

Pertanyaan keempat. yap, saya sangat paham alhamdulillah.

Pertanyaan kelima. Baik, saya sedang belajar memahami dan menerima peran spesifik kami di kehidupan kali ini. Bismillah.

**
Jika dicermati, Nice Homework #2 ini hanya meminta peserta menuliskan:
1. Surat cinta untuk suami
2. Kekuatan potensi anak-anak kita

Adapun tugas nomor 3,4, dan 5 peserta diminta untuk merenung, berpikir, dan belajar memahami. Demikianlah, saya mengumpulkannya dengan gembira😀

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s