Nice Home Work #6

1. Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :
🔹masuk ke http://www.temubakat.com
🔹isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi :Ibu Profesional
🔹jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya
🔹belajarlah membaca hasil dan Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #6

b. Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

typology

Berjejaring dan berinteraksi dengan banyak orang menjadi potensi kekuatan yang disarankan untuk dikembangkan. Kepedulian yang tinggi juga berpotensi untuk menjadi kekuatan. Aktivitas yang berkaitan dengan hati dan pelayanan di bidang pendidikan sepertinya cocok sekali untuk melejitkan kekuatan.

Adapun posisi sebagai pucuk pimpinan sebenarnya malah tidak cocok karena sangat tidak enjoy untuk dilakukan. Harus berjejaring dengan orang yang memilki kekuatan di bidang ini jika ingin melakukan proyek bersama.

kuadran aktivitas

Demikianlah..

Iklan

Nice Home Work #5

Kali ini saya akan bertutur tentang seseorang yang karib dalam keseharian saya. Mengambilnya sebagai subyek penelitian tentang mengenali gaya belajarnya. Sebut saja namanya Bunda. Ia masih muda dan berputra dua.

Bunda senang sekali membaca, memecahkan masalah, bercerita, dan menterjemahkan. Namun jangan tanya soal menghafalkan, bunda pelupa berat jika tidak menuliskan hafalannya. Dan soal berpidato, bunda bisa tapi tidak terlalu suka.

Bunda suka sekali menulis dan terbiasa meringkas. Kesukaan Bunda adalah menulis tentang anak-anak dan keluarga. Menggali informasi tentang kesukaannya sangat Bunda nikmati. Menulis merupakan pertapaan tersendiri untuk Bunda sehingga ia sangat menyukai ketenangan dalam menulis. Jika Bunda sudah masuk waktu bertapanya, maka Bunda akan belajar apapun dengan cepat. Sejak dulu Bunda begitu.

Saat ini, Bunda makin tertarik dengan dunia anak-anak dan keluarga. Satu-satunya yang berebut waktu dengan waktu belajar bunda adalah waktu untuk membersamai anak-anak dan keluarga. Namun Bunda tetap bersemangat menambah jam terbangnya bersama anak-anak dan berkolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki panggilan hati sama. Tak ada kejujuran cinta yang lebih jujur daripada cinta anak-anak. Itulah yang menghangatkan hari-hari Bunda untuk terus bersemangat belajar dan belajar lebih banyak lagi bersama mereka.
***
Bunda ini adalah tipikal yang haus tantangan. Ia belajar dengan sangat antusias saat ada sesuatu yang menurutnya menantang. Entah menantang rasa ingin tahunya, menantang kepeduliannya, atau menantang berbagai aspek dalam pemikirannya. Kepalanya serasa tak pernah berhenti terasah jika ia tidak belajar bagaimana caranya mengendalikan kehausannya akan ilmu. Itulah Bunda yang saya kenal.

 

 

Nice Home Work #4

Menulis kembali tentang nice home work. Kali ini sudah pekan kelima dan inilah tantangannya:

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :
a. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
b. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
c. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup.
d. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
e. Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
f. Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai. sehingga muncul program 7 to 7)
g. Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
h. kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.
Dan inilah perkembangannya:
a. Aktivitas paling penting: membersamai suami, membersamai anak-anak, dan belajar berislam lebih kuat lagi.
aktivitas paling tidak penting: memperturutkan perasaan, mengurus lapak, dan menonton

b. Alhamdulillah lebih banyak ke kegiatan yang penting

f. Jadwal harian:
< 06.30 : waktu belajar dan mengerjakan tugas
06.30 – 07.30 : pekerjaan rutin
07.30 – 11.00 : jadwal dinamis

11.00 – 16.00 : pelerjaan rutin
16.00 – 21.00: jadwal dinamis
21.00 – 01.00: Istirahat

g. alhamdulillah terlaksana dengan baik.

Nice Home Work #3 Part 2

 

Hati-hati ya, teman.. 🙂

Jika engkau membuka posting ini dan berharap mendulang berbagai inspirasi, mungkin saya akan mengecewakanmu. Ada banyak hal yang terjadi sehingga membagikan detail puzzle kehidupan menjadi begitu bersifat pribadi. Dan banyak hal yang terjadi mengantar saya untuk mengambil prioritas keputusan. Namun, ada hal-hal yang tetap harus ditunaikan sampai garis akhir perjanjian.

Buatlah buku untuk masing-masing anak, ini adalah sejarah untuk mereka. Di dalam buku tersebut berisi pengamatan Bunda selama ini.
a. Apa saja keunikan yang dimiliki anak-anak?
b. Kegiatan-kegiatan apa saja yang membuat mata mereka berbinar-binar?
c. Prioritas ‘materi kehidupan apa saja” yang akan anda berikan ke masing-masing anak secara bertahap?
d. Fitrah-fitrah apa saja yang akan anda perkuat untuk anak-anak secara bertahap?
e. Dll (masing-masing keluarga bisa berbeda kebutuhannya)

Mencatat dan menganalisis anak-anak alhamdulillah sudah menjadi bagian dalam buku harian maupun laporan harian. Hubungan jarak jauh dengan si bapak menempa kami untuk harus selalu rutin melaporkan perkembangan anak-anak. Dalam bahasa yang terkadang nano-nano. Seperti gambar berikut ini misalnya.

jamu

Sekilas buku kami tentang anak-anak memang sederhana saja. Pada prinsipnya, kami membuat dua jenis buku. Buku digital dan buku manual. Kami belajar untuk menganalisis perkembangan anak-anak dengan metode ini. Buku digital yang paling efektif kami rasakan adalah melalui obrolan yang kami dokumentasikan dalam bentuk back up percakapan. Percakapan yang mengalir membahas tiap aspek perkembangan berdasar kasus yang sedang kami angkat.

Bentuk pengamatan lain kami tuangkan dalam buku manual. Biasanya saya membuatnya dalam bentuk peta pikiran maupun diagram-diagram sehingga dalam selembar kertas sudah mewakili semua aspek yang menjadi pengamatan kami.

hafalan

Demikianlah 🙂